Home / Daerah / Nasional / Politik

Minggu, 29 Juni 2025 - 17:34 WIB

Haul Bung Karno, Tokoh Lintas Agama di Banten Gelar Doa Bersama

Tokoh lintas agama melakukan doa bersama dalam rangka haul ke-55 Bung Karno, di Padepokan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran l Dok. Dede-BNC

Tokoh lintas agama melakukan doa bersama dalam rangka haul ke-55 Bung Karno, di Padepokan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran l Dok. Dede-BNC

BagusNews.Co –Tokoh lintas agama di Provinsi Banten melakukan doa bersama dalam rangka haul ke-55 Bung Karno, di Padepokan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu Malam, 28 Juni 2025.

Doa bersama dipandu langsung oleh pimpinan Padepokan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran, Abah Elang Mangkubumi yang disaksikan ratusan warga, terdiri dari tokoh partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, santri hingga mahasiswa.

Turut hadir tokoh lintas agama dalam kegiatan doa bersama haul Bung Karno tersebut, yaitu tokoh agama Islam KH Hasan Basri, tokoh agama Budha Suhu Joni Tan, tokoh agama Kristen Pdt. Yosef, budayawan Provinsi Bali Ni Made Sri Yogi Lestari, dan budayawan Sumatera Barat Tosriyadi Jamal.

Sementara tokoh politik yang hadir yakni Ketua DPD PDIP Provinsi Banten Ade Sumardi, Sekretaris DPD PDIP Provinsi Banten Asep Rahmatullah, anggota DPRD Banten Madsuri.

Usai doa bersama, Pimpinan Padepokan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran Abah Elang Mangkubumi mengatakan, istighotsah dan dialog kebangsaan Haul Bung Karno digelar dengan tujuan untuk mengingatkan kembali, terutama yang saat ini menduduki kekuasaan agar bagaimana permasalahan kemiskinan, pengangguran dan moral di bangsa ini bisa diselesaikan.

Baca Juga :  Diduga Konsleting Listrik, Dua Rumah di Pandeglang Habis Dilahap Api

“Dan kalau semua hal itu ingin diselesaikan, maka kembali kepada prinsip yang telah dibangun Bung Karno dahulu, hingga prinsip tersebut mampu memerdekaan bangsa dan negara yang sama sama kita cintai ini,” kata Abah Elang kepada wartawan.

Terkait doa bersama tokoh lintas agama, Abah Elang mengungkapkan hal itu sebagai simbol dari kebhinekaan bagaimana dahulu seorang Bung Karno merajut nusantara ini hanya dengan satu rantai yang bernama Bineka Tunggal Ika.

“Para tokoh lintas agama juga menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan usai doa bersama, agar masyarakat Indonesia tidak salah menilai seolah-olah sosok Bung Karno hanya milik PDI Perjuangan tapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Abah Elang.

Dalam dialog kebangsaan, Budayawan Bali, Ni Made Sri Yogi Lestari mengapresiasi Haul Bung Karno yang dirangkaikan dengan dialog kebangsaan oleh tokoh agama di Provinsi Banten.

Menurut Ni Made Sri, sosok Bung Karno telah meletakan nilai-nilai luhur di dalam dasar membangun negara Republik Indonesia ini.

“Bung Karno, nama beliau begitu harum, beliau yang menjalani perjuangan getirnya dalam membangun bangsa ini. Jangan sampai rakyat Indonesia luntur persatuannya setelah menjadi negara merdeka,” katanya.

Terkait pro dan kontra sosok Bung Karno yang puluhan tahun terjadi pasca beliau wafat, Ni Made Sri menegaskan bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan termasuk sang proklamator.

Baca Juga :  Al Muktabar Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan TPSA Regional Banten di Kabupaten Lebak

Bung Karno, lanjut Ni Made Sri, telah mengharumkan nama bangsa Indonesia yang diakui dunia, namun sosoknya tetap saja ada yang tidak menyukainya.

Namun terkait fitnah keji yang dialamatkan pada Bung Karno sebagai pendukung PKI itu tidak benar dan sudah clear.

“Pencabutan Tap MPRS Nomor 33 Tahun 1967 membuktikan bahwa sudah sejatinya fakta itu benar, Bung Karno bapak bangsa adalah seorang yang bersih dari keterlibatan PKI,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi mengatakan, pencabutan Tap MPRS Nomor 33 Tahun 1967 ini penting, karena sebagai pelurusan sejarah.

“Adanya pencabutan Tap MPRS pada 2024 membuktikan bahwa apa yang dituduhkan terhadap Bung Karno terkait keterlibatan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) itu tidak benar, sehingga ini perlu dipulihkan nama baiknya,” ujarnya.

Ade mengungkapkan, tuduhan yang menyakitkan terhadap Bung Karno bukan hanya menyakitkan bagi keluarganya saja, tetapi juga menyakiti seluruh anak bangsa.

“Jangan sampai ada lagi orang yang punya jasa besar bagi bangsa ini kemudian dituduh macam-macam,” tegasnya. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Daftarkan Bacaleg, 20 Kursi Menjadi Target Partai Gerindra Untuk di DPRD Provinsi Banten

Daerah

HUT Ke-25 Banten, Tokoh Penggagas Provinsi Dorong Pemimpin Jaga Amanah Sejarah

Daerah

Wabup Intan Pastikan Anak Penderita Cerebral Palsy Mendapat Pelayanan Medis Gratis

Daerah

Gerakan Kader Gerindra Menyala, Dukungan untuk Andra Soni Menguat

Daerah

Pemkot Serang Bersama BBWSC3 Kaji Rencana Pembangunan Bendungan Karet

Daerah

Resmikan Teriminal Pakupatan Kota Serang, Presiden Jokowi: Kita Ingin Terminal Menjadi Tempat yang Nyaman

Daerah

Jelang PSU Pilkada Kabupaten Serang, KPU Targetkan Sorlip Surat Suara Selesai 2 Hari

Daerah

Andra Soni Perpanjang Waktu Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 31 Oktober 2025