Home / Daerah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:27 WIB

Libur Lebaran, Walikota Budi Rustandi Pastikan Tetap Siaga di Kota Serang

Walikota Serang Budi Rustandi I Dok. Roy-BNC

Walikota Serang Budi Rustandi I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Walikota Serang, Budi Rustandi, memastikan akan tetap berada di Kota Serang selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
‎
‎Keputusan ini dibuat agar dirinya bisa memantau secara langsung berbagai kondisi di wilayah Ibukota Provinsi Banten tersebut.
‎
‎Hal itu juga menyusul adanya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 000.2.3/1171/SJ yang melarang kepala daerah (Gubernur, Bupati, Wali Kota) ke luar negeri selama libur Lebaran 14-28 Maret 2026.
‎
‎Menurut Budi, langkah tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, agar kepala daerah tetap memperhatikan situasi di daerah masing-masing selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026.
‎
‎“Saya akan selalu standby di Kota Serang. Siang malam selama saya sehat, saya tetap di sini (Kota Serang),” kata Budi saat ditemui wartawan, Jumat, 13 Maret 2026.
‎
‎Ia juga memastikan tidak menggelar kegiatan open house di rumahnya saat lebaran nanti. Sebaliknya, dirinya akan mendatangi langsung masyarakat untuk bersilaturahmi.
‎
‎“Tidak ada open house. Saya yang akan langsung silaturahmi ke warga,” ucap Budi. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pulang Bongkar Muatan dari Bandara Soetta, Truk Terbakar di Tol Tangerang-Jakarta

Daerah

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti Kejahatan dari 88 Perkara

Daerah

Pemkot Serang Hari Ini Gelar Pasar Murah, Harga Telur Ayam Rp27 Ribu

Daerah

Lakukan Sidak Bahan Pokok, Pj Walikota Serang : Kalau Naik Signifikan, Kita Akan Ambil Sikap

Daerah

Dinsos Kabupaten Serang Lakukan Pemutakhiran Data PMKS, Guna Optimalkan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial

Daerah

Supena Tuding Ada Pemalsuan Tanda Tangan dalam Transaksi Jual Beli Lahan Puspemkab Serang

Daerah

Tahun 2023, Pemprov Banten Menargetkan Investasi Masuk Mencapai Rp 60 Triliun

Daerah

Potensi Wisata Gunung Karang Terhambat Infrastruktur