BagusNews.Co — Ketua BKPRMI Provinsi Banten Fahmi Hakim menegaskan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Banten menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) dan mencetak generasi Qurani di Provinsi Banten.
Hal itu disampaikan Fahmi Hakim saat menghadiri Festival Anak Saleh Indonesia XIII Tingkat Provinsi Banten dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten sekaligus Milad ke-49 BKPRMI di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (30/9/2026).
Fahmi mengatakan, FASI merupakan program BKPRMI yang digelar sebagai wadah bagi anak-anak binaan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.
Menurutnya, pelaksanaan FASI juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya generasi muda sejak usia dini.
“Festival ini mengimplementasikan RPJMD Provinsi Banten dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP,” kata Fahmi.
Ia menjelaskan, BKPRMI menaungi sekitar 2.000 TKA, TPA dan TQA yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Melalui FASI, para peserta diberikan ruang untuk mengasah kemampuan keagamaan sekaligus membangun kepercayaan diri dan karakter.
Berbagai perlombaan digelar dalam FASI XIII Tingkat Provinsi Banten, di antaranya tahfiz Al-Qur’an, mewarnai, adzan, ceramah, serta cerdas cermat.
Fahmi menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi BKPRMI dalam membangun generasi berakhlakul karimah.
“Dengan slogan sejuta santri seribu ulama, BKPRMI terdepan membangun generasi muda, generasi dini, menjadi generasi Al-Qurani,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan generasi Qurani tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi keagamaan, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Fahmi yang juga Ketua DPRD Provinsi Banten mengatakan, lembaga legislatif memiliki peran untuk mendorong penguatan program yang berkaitan dengan pembangunan SDM, termasuk memberikan perhatian terhadap anak-anak yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an.
“Ke depan kita ingin melakukan upaya bagaimana anak-anak yang tahfiz Al-Qur’an itu menjadi bagian aset terbesar bagi Provinsi Banten. Maka Pemerintah Provinsi Banten hadir untuk memberikan kontribusi,” katanya.
Ia berharap anak-anak yang mampu menghafal Al-Qur’an, baik 10 juz, 20 juz maupun 30 juz, mendapatkan perhatian dan dukungan melalui program pendidikan, termasuk beasiswa.
Menurut Fahmi, investasi terhadap pendidikan dan generasi Qurani merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan Banten.
“Siapa yang 30 juz hafiz, siapa yang 20 juz, siapa yang 15 juz, kita berharap pemerintah nanti akan hadir berkontribusi men-support terhadap pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Fahmi juga menegaskan, keberadaan BKPRMI tidak hanya berorientasi pada pembinaan anak-anak melalui pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga berperan dalam memakmurkan masjid dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“BKPRMI selain menjadi bagian Badan Komunikasi Remaja Masjid, memakmurkan masjid, mencerdaskan anak bangsa dari masjid, membangun ekonomi dari masjid, juga mencerdaskan anak-anak Qurani melalui penguatan TKA,” pungkasnya.(Red/Dede)







