Home / Daerah / Pendidikan

Selasa, 28 Januari 2025 - 14:54 WIB

Bangunan Kelas Ambruk, Siswa SMP Negeri 2 Cikeusal Belajar di Aula

Salah satu bangunan di SMP Negeri 2 Cikeusal, Kabupaten Serang, yang ambruk akibat termakan usia dan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir l Dok. Dwi MY-BNC

Salah satu bangunan di SMP Negeri 2 Cikeusal, Kabupaten Serang, yang ambruk akibat termakan usia dan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Sejumlah bangunan di SMP Negeri 2 Cikeusal, Kabupaten Serang, ambruk sejak Februari 2024 lalu. Hampir setahun berlalu sejak insiden tersebut, hingga kini belum juga direhabilitasi.

Tak hanya itu, pada 18 Januari 2025, pun salah satu bangunan di sekolah tersebut ambruk tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, ditambah dengan kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Insiden tersebut memaksa siswa untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) mereka ke ruang alternatif seperti laboratorium komputer dan aula sekolah.

Berdasarkan pengamatan BagusNews.Co di lokasi, bangunan yang ambruk terdiri atas ruang kelas, musala, dan ruang penyimpanan peralatan penunjang pendidikan.

Di lokasi bangunan runtuh, puing-puing reruntuhan berserakan di area sekitar, dan peralatan yang tertimpa bangunan juga mengalami kerusakan.

Penjaga sekolah, Edi Suhendra, menjelaskan bahwa kerusakan bangunan terjadi dalam waktu yang berbeda.

“Bangunan yang di depan itu ambruk sepuluh hari yang lalu, Sabtu, 18 Januari 2024. Kalau tiga ruang kelas yang di dalam itu ambruk dari Februari 2024, hampir setahun sudah itu,” jelasnya pada Selasa, 28 Januari 2025.

Baca Juga :  Kampanye di Kota Serang, Prabowo: Saya Tidak Malu Lanjutkan Program Jokowi

Lebih lanjut, Edi menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam proses perbaikan sehingga banyak bangunan dibiarkan rusak hingga kondisinya menjadi berbahaya.

Kerusakan tersebut, kata Edi, terjadi saat libur sekolah sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban.

“Menurut informasi yang saya dapat, pelaksanaan rehabilitasi bangunan yang ambruk kalau enggak salah tahun ini baru ada cuma enggak tahu berapa ruangan yang direhab dan kapan waktunya,” tambahnya.

Bangunan yang mengalami kerusakan di antaranya musala, ruang penyimpanan alat olahraga, serta ruang kelas 9D, 9E, dan 9F. Total ada lima ruang yang terdampak, di mana tiga di antaranya digunakan untuk kegiatan belajar.

” Kami berharap renovasi segera dilakukan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. Musala sekolah yang sudah ambruk bertahun-tahun juga perlu diperbaiki,” ujanya.

Edi juga menyoroti potensi bahaya dari ruang kelas yang nyaris roboh. Ia menyatakan bahwa kondisi bangunan semakin memburuk akibat material kayu yang lapuk serta usia bangunan yang sudah tua.

Baca Juga :  Ketua KPPS di Kabupaten Serang Meninggal Dunia

“Beberapa kelas yang ambruk sejak Februari tahun lalu itu dibangun sejak tahun 1997, sampai sekarang belum ada perbaikan. Kalau laporan ke dinas sudah sering disampaikan,” ungkap Edi.

Diketahui ada 32 ruangan di SMPN 2 Cikeusal dan 21 di antaranya merupakan ruang kelas. Sementara, sebanyak tiga ruang kelas dalam kondisi sudah tidak dapat digunakan karena ambruk.

Edi juga mengatakan, beberapa ruang kelas lainnya dengan kondisi memprihatinkan masih dipergunakan untuk KBM. Ia berharap, dinas terkait segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

“Seharusnya ruangan ini tidak dipakai karena sangat berbahaya, tetapi kami tidak punya pilihan lain,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi terkait rehabilitasi sejumlah bangunan ambruk di SMPN 2 Cikeusal, hingga berita ini diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Asep Nugrahajaya belum memberikan tanggapan apa apun. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Hadiah Kemerdekaan RI ke-77, PLN Sambung Pasang Baru Listrik Gratis di Banten

Daerah

Pemkot Serang Fokus Susun Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah 2026

Daerah

Lewat Senam Pagi, Des Ganjar Banten Tebarkan Semangat Sehat ke Ribuan Warga Lebak

Daerah

Refleksi Hari Lahir Pancasila, Fauzan Dardiri : Momentum Menumbuhkan Semangat Kolaborasi

Daerah

Serahkan 9.709 SK PPPK, Gubernur Banten Andra Soni : ASN Melayani Bukan Dilayani

Daerah

Jaksa Agung ST Burhanuddin Groundbreaking RSU Adhyaksa

Daerah

Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Banten Turun

Daerah

Sidak Samsat Balaraja, Andra Soni Tegaskan Tidak Ada Pungli di Pelayanan Masyarakat