Home / Daerah / Ekonomi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:10 WIB

Pemprov Banten Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

BagusNews.Co – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Pemerintah Provinsi Banten komitmen terus mengupayakan penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Salah satu tujuan pembangunan adalah penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran.

“Mudah – mudahan kita bisa terus menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Keberhasilan pembangunan pemerintah salah satunya di situ (penurunan angka kemiskinan, red),” ungkap Andra Soni, ditulis Sabtu, 16 Juli 2025.

“Kemudian angka pengangguran juga. Kita akan terus berupaya. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten di Triwulan I Tahun 2025 mencapai 5,19,” tambah Andra Soni.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten dalam Berita Resmi Statistik No. 35/07/36/Th. XIX, 25 Juli 2025, penduduk miskin Provinsi Banten pada periode Maret 2025 turun 4,7 ribu orang atau 0,07 persen menjadi 772,78 ribu orang atau 5,63 persen dari 777,49 ribu orang atau 5,70 persen pada September 2024. Penurunan penduduk miskin turut didorong oleh inflasi yang terkendali dan pertumbuhan pada industri pengolahan.

Periode Maret 2025, angka garis kemiskinan pengeluaran rumah tangga di Provinsi Banten sebesar Rp3.571.692. Sedangkan Garis Kemiskinan per kapita mencapai Rp684.232. Rata – rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki anggota rumah tangga sebanyak 5,22 orang.

Baca Juga :  Kota Tangerang Raih Penghargaan Kota Terbaik dalam Menerapkan Standar Pelayanan Minimal dari Kemendagri

Garis kemiskinan untuk kebutuhan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan, setara 2.100 kalori per kapita per hari pada 52 jenis komoditi. Sedangkan garis kemiskinan untuk kebutuhan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya. Di perkotaan mencapai 51 jenis komoditi bukan makanan. Sedangkan di perdesaan mencapai 47 jenis komoditi bukan makanan.

Peran komoditas pangan mencapai 73,01 persen dalam angka garis kemiskinan. Jenis komoditas makanan itu antara lain: beras, telur ayam ras, rokok filter, dan kopi bubuk instan. Sedangkan komoditas bukan makanan antara lain: perumahan, bensin, pendidikan, listrik, serta perlengkapan mandi.

Paska pandemi Covid-19, tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten terus terjadi sejak periode Maret 2023. Dari 6,24 persen pada periode September 2022 turun menjadi 5,63 pada periode Maret 2025.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga Pesisir, Andra Soni Kunjungi Kampung Nelayan Ketapang

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 5,58 persen. Dibanding September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan naik sebanyak 21,4 ribu orang.

Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 5,89 persen. Jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 26,1 ribu orang.

BPS Provinsi Banten mencatat, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2024-Maret 2025. Antara lain: pertama, terjadi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Februari 2024– Februari 2025 sebesar 0,38 persen poin; kedua, inflasi y-o-y pada periode Maret 2024–Maret 2025 terkendali sebesar 0,70 persen, ketiga, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada Triwulan III Tahun 2024 (y-o-y) sebesar 4,61 persen dan Triwulan I Tahun 2025 (y-o-y) sebesar 5,48 persen; serta keempat, industri pengolahan baik secara q-to-q dan y-o-y tumbuh secara positif, yaitu sebesar 0,61 persen dan 4,51 persen.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ke Posyandu Itu Menyenangkan, Tinawati Andra Soni Ajak Masyarakat Cek Kesehatan

Daerah

RS Bethsaida Serang Jalin Silaturahmi dengan Keluarga Besar NU

Daerah

Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras dan Dua Drum Tuak, Hasil Operasi Januari-Maret 2026

Daerah

Pemkot Serang Bakal Tukar Guling Tanah dengan PT BKKS

Daerah

Pagar Milik Pemprov Banten Dipasangi Spanduk Prabowo-Gibran, Ini Sikap Bawaslu

Daerah

Disdukcapil Catat 29.201 Warga Kabupaten Serang Gunakan Identitas Kependudukan Digital

Daerah

Ikut Porsenijar PGRI Provinsi Banten, Bupati Dewi Lepas Kontingen Kabupaten Pandeglang

Daerah

Pemkot Serang Hari Ini Gelar Pasar Murah, Harga Telur Ayam Rp27 Ribu