Home / Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:58 WIB

Pusaka Kesultanan Banten di Terate Udik Cilegon Jalani Prosesi Penyucian

BagusNews.Co – Sejumlah pusaka dan naskah kuno peninggalan Kesultanan Banten yang berada di Lingkungan Terate Udik, Kota Cilegon, menjalani prosesi panjamasan (penyucian) dan pembersihan.

Peninggalan bersejarah tersebut adalah keris, tombak, pedang, golok, guci, keramik kuno, naskah atau kitab kuno, serta bambu unik berbentuk angka delapan. Ritual panjamasan ini dilakukan oleh Tim Kebendaan Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) bekerja sama dengan sejumlah Kasepuhan Terate Udik.

Acara dimulai dengan ziarah ke Makam Ki Lurah Ro’uf Jayalaksana, dilanjutkan dengan doa bersama dan prosesi penyucian pusaka, kemudian diikuti oleh pembersihan naskah-naskah kuno yang disimpan oleh masyarakat setempat. Proses pembersihan dilakukan menggunakan tata cara tradisional sesuai adat yang berlaku.

Baca Juga :  Bangun Dua SMP Negeri Tahun Ini, Pemkot Cilegon Gelontorkan Anggaran Rp7 Miliar

Menurut pendataan Tim Kebendaan DKKC, sejumlah pusaka yang ditemukan diperkirakan berasal dari masa Kesultanan Banten.

Warga Terate Udik menyambut kegiatan ini dengan antusias, bahkan turut serta secara gotong royong. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Haerulloh, mengatakan pentingnya melestarikan tradisi ini untuk generasi mendatang.

“Anak-anak kita perlu mengenal pusaka dan naskah kuno agar tidak tercerabut dari akar budaya,” kata Haerulloh, Selasa, 26 Agustus 2025.

Ia menambahkan, di kompleks Makam Ki Jayalaksana juga terdapat makam Nyai Nyi Mas Bernok, yang dikenal sebagai ibunda dari Tubagus Buang, serta bangunan gerobak lengek yang dijadikan tempat penyimpanan berbagai benda peninggalan sejarah.

Baca Juga :  Pemkab Bandung Barat Lakukan Studi Kooperatif ke Kota Cilegon

Sementara itu, Ketua Tim Kebendaan DKKC, Saiful Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pelestarian warisan budaya serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.

“Panjamasan pusaka dan pembersihan naskah kuno ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, sekaligus bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga kelestarian sejarah. Naskah dan pusaka adalah saksi perjalanan kebudayaan kita,” bebernya. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Seba Baduy 2023, Al Muktabar Terima Laksa Dari Masyarakat Baduy

Daerah

Virgojanti Dilantik Sebagai Kepala DPMPTSP Provinsi Banten

Daerah

Wakil Bupati Pandeglang: Inovasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

Daerah

Banten Kembali Raih Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila)

Daerah

Pemprov Banten Alokasikan Bansos Rp 32,550 Miliar untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Hadirkan Inovasi Footwear Technology, New Balance Dukung Karakteristik Lari

Daerah

Pemkab Serang Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Nataru

Daerah

Siaga Bencana, FPRB Kota Cilegon Dorong Peran Aktif Kaum Perempuan