BagusNews.Co- Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Cilegon, Hasbi Sidik menegaskan pentingnya kaum perempuan, dalam seluruh tahapan manajemen penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana.
Hal tersebut disampaikan Hasbi di hadapan ratusan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perempuan Tangguh Bencana, di Aula Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
“Peran tersebut dapat dijalankan dalam setiap tahapan manajemen penanggulangan bencana, mulai dari pra bencana, pada saat tanggap darurat, hingga pada masa pasca bencana,” kata Hasbi Sidik dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, Perempuan Tangguh Bencana harus memiliki pengetahuan kebencanaan di masyarakat dan ekosistem lokal, keterampilan, jaringan sosial, dan organisasi komunitas.
“Jadi Perempuan Tangguh Bencana itu dapat dan mampu membantu masyarakat, mengurangi kondisi dan peristiwa berbahaya, menanggapi bencana secara efektif ketika terjadi, dan membangun kembali dengan cara yang membuat masyarakat lebih tangguh, terhadap dampak bencana,” bebernya.
Hasbi Sidik yang juga anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra, melanjutkan bahwa Perempuan Tangguh Bencana yang ada di Kota Cilegon, merupakan satu-satunya di Banten.
“Perempuan Tangguh Bencana ini hanya Kota Cilegon di Banten yang pertama kali. Saya berharap seluruh peserta bisa menyimak apa yang akan diberikan oleh narasumber dan aplikasikan ke lingkungan, ” imbuhnya.
Senada, Camat Pulomerak, Ade Haero Sanjaya mengatakan, dirinya menyampaikan apresiasi terhadap FPRB Kota Cilegon, yang sudah membantu dalam mengurangi kebencanaan melalui kegiatan ini.
“Selain itu juga ada banyak peralatan yang kami terima dari FPRB Kota Cilegon. Mulai dari Senso, HT, Tas Emergency Kit dan peralatan kebencanaan lainnya,” tuturnya.
Kecamatan Pulomerak, tambah dia, memiliki karakteristik dan potensi bencana. Baik dari alam maupun tekhnologi, oleh karena itu, pembentukan Perempuan Tangguh Bencana diharapkan banyak membantu dalam mitigasi dan pengurangan resiko bencana.
“Pulomerak itu adalah pintu gerbang Kota Cilegon. Seiring berkembangnya kemajuan yang pesat, maka Kota Cilegon tentu saja banyak hal yang harus dikerjakan termasuk kebencanaan. Oleh karena itu kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana menjadi salah satu hal yang penting,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta Diklat Perempuan Tangguh Bencana mendapat materi terkait kebencanaan. Dimana hadir sebagai narasumber dari Basarnas, Trauma Healing serta BPBD Kota Cilegon. (Red/Arise)







