Home / Advertorial

Sabtu, 27 September 2025 - 15:51 WIB

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Banten, Andra Soni Dorong Penggunaan dan Inovasi Teknologi

BagusNews.Co – Gubernur Banten Andra Soni menilai sinergi dan kolaborasi stakeholder pertanian sangat dibutuhkan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memajukan sektor pertanian.

Andra Soni mengatakan, penggunaan teknologi pada sektor pertanian akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil produksi pada pasca panen.

Selanjutnya, Andra Soni menuturkan, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dicapai dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Pada tahun 2024 kontribusi sektor pertanian mencapai 5,72 persen dari total PDRB menurut lapangan usaha di Provinsi Banten,” ungkap Andra Soni saat menghadiri acara PEDA KTNA 2025 yang dilaksanakan di alun-alun Kota Cilegon pada Sabtu, 27 September 2025.

mendorong seluruh peserta kontingen pada Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) Provinsi Banten 2025 bisa mengelaborasi perkembangan teknologi untuk memajukan sektor pertanian. Hal itu diungkapkan Andra Soni saat menghadiri acara

PEDA KTNA 2025 berlangsung dari tanggal 26-30 September 2025, adapun tema yang diusung ‘Mewujudkan Petani dan Nelayan Banten yang Maju, Mandiri dan Modern Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan’.

Baca Juga :  MTQ XXII Provinsi Banten Dimulai, Gubernur Andra Soni Sebut MTQ Upaya Membumikan Al -Qur'an

Dikatakannya, PEDA KTNA 2025 tersebut merupakan forum interaksi bagi petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian, pengusaha dan pemerintah daerah untuk saling bertukar informasi, inovasi teknologi. Termasuk saling bertukar pengalaman dalam memberikan peran terhadap pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Untuk itu, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian mewujudkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten,” katanya.

Karena itu, sinergi dengan lintas sektor antara pemerintah daerah, KTNA, pelaku usaha agrobisnis, kelompok tani, penyuluh, lembaga keuangan mikro, dan retail modern bersama-sama mengembangkan mewujudkan produktivitas sektor pertanian untuk ketahanan pangan. Termasuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, kontribusi terhadap produksi nasional Provinsi Banten pada tahun 2024 ada di peringkat ke-9. Pada tahun 2025 naik ke peringat 8 besar nasional. Kondisi ini sejalan dengan pencapaian indikator makro yaitu pencapaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Banten selama enam tahun berturut-turut. Ini memasukan Provinsi Banten sebagai kategori daerah sangat tahan pangan.

“Begitu juga tingkat kesejahteraan petani Banten cukup baik yang diukur dengan Nilai Tukar Petani (NTP) dalam dua tahun terakhir ini cukup tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidak Samsat Balaraja, Andra Soni Tegaskan Tidak Ada Pungli di Pelayanan Masyarakat

Ketua KTNA Provinsi Banten Oong Sahroni mengatakan, ada banyak rangkaian kegiatan dalam PEDA KTNA 2025 ini dari mulai inovasi teknologi, pertemuan petani sukses, studi banding dan lainnya. Melalui kolaborasi dan pertemuan ini bisa terjalin komunikasi antar petani dan pelaku usaha tani.

“KTNA banyak memberikan kontribusi pembangunan pada sektor pertanian,” katanya.

Oong juga menegaskan jika dirinya bersama Gubernur Banten Andra Soni akan terus bersama-sama mendorong sektor pertanian menjadi program luar unggulan di Provinsi Banten. Dengan RPJMD yang sudah disahkan, sektor pertanian mendapatkan perhatian lebih.

“Maka dari itu para petani jangan putus asa, jangan lelah untuk terus berjuang demi kesejahteraan diri, keluarga, masyarakat, dan Provinsi Banten,” jelasnya.

PEDA KTNA tahun ini diikuti oleh sekitar 426 peserta dari seluruh daerah di Provinsi Banten. Dari jumlah itu, masing-masing membawa inovasinya dalam pengembangan sektor pertanian.

“Ini yang akan kita bahas bersama, bagaimana inovasi-inovasi yang ada bisa dikembangkan lebih luas untuk peningkatan produksi di Provinsi Banten,” pungkasnya.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

‎Efisensi Anggaran dan Energi, DPMD Kabupaten Serang Terapkan Pola Kerja Fleksibel dan Penghematan di Lingkungan Kantor

Advertorial

Bapenda dan Kejati Banten Teken Perjanjian Kerjasama, Sepakat Tangani Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Advertorial

Bangun Jalan Desa, DPUPR Banten Wujudkan Komitmen Pemerataan Pembangunan Melalui Program Bang Andra

Advertorial

Program Sekolah Gratis Gubernur Banten Andra Soni untuk Tahap ke-2 Segera Rampung

Advertorial

PENGUMUMAN NOMOR 397 TENTANG VISI, MISI DAN PROGRAM PASANGAN CALON DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERANG TAHUN 2024

Advertorial

Dinas Sosial Kabupaten Serang Selesaikan Target Capaian Kinerja Penanganan PMKS dan PSKS Tahun 2024

Advertorial

Tantangan Terbesar APBD 2026, DPRD Banten Pertanyakan Mitigasi Pemprov Hadapi Penurunan Transfer Pusat

Advertorial

DISPORA BANTEN – IDUL ADHA 1444 H