Home / Daerah

Selasa, 18 November 2025 - 12:34 WIB

TPSA Cilowong Kota Serang Berpotensi Jadi Lokasi PSEL, Najib Hamas: Pertimbangannya Jarak Tempuh

Wakil Bupati Serang Najib Hamas bersama Bupati Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Wakil Bupati Serang Najib Hamas bersama Bupati Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Cilegon, saat ini memasuki tahap penentuan lokasi strategis.

Salah satu kandidat utama yang disebut-sebut adalah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong di Kota Serang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Serang menyatakan kesiapan mereka untuk menjadi pusat pengembangan PSEL yang memiliki potensi besar dalam mengelola sampah dan mendukung keberlanjutan energi.

Wakil Bupati Serang Najib Hamas menjelaskan perkembangan terbaru mengenai proyek ini.

“Terkait kabar bahwa Kabupaten Serang batal menjadi lokasi PSEL, itu tidak benar. Bukan batal, melainkan tertunda. Jadi kita harus memberikan kalimat-kalimat yang aura positif,” tegas Najib Hamas kepada wartawan usai peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Tennis Indoor, Pemkab Serang, Selasa, 18 November 2025.

Ia mengaku belum mengetahui secara resmi terkait penetapan lokasi PSEL berdasarkan hasil penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

“Kalau secara formal, saya belum baca suratnya, belum baca WA-nya, tapi informasinya tim dari LH yang survei sini cenderung lokasi di Kota Serang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Program 100 Hari Kerja Bupati Serang, Begini Kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap PSEL tetap tinggi karena proyek ini akan menjadi solusi regional yang melayani Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, yang membutuhkan sekitar seribu ton sampah per hari.

Selain itu, kata Najib, pemilihan lokasi di Kota Serang didasarkan pada beberapa pertimbangan utama, salah satunya jarak tempuh dari berbagai titik pengumpulan sampah seperti Kopo, Jawilan, dan Cikande yang relatif jauh jika harus dikirim ke daerah lain seperti Kosambi Ronyok atau Mancak.

Selain itu, ketersediaan lahan dan stok sampah yang cukup menjadi faktor penentu.

“Di Cilowong ada, dan kalau misalkan kurang, maka sampah-sampah yang menggunung, itu bisa ditarik menjadi backup,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran warga jika Kabupaten Serang mengirim sampah ke Kota Serang, Najib menegaskan bahwa hal tersebut sudah diatur melalui MoU yang akan dibuat bersama pihak terkait.

“Itu sudah urusan-urusan Pak Prabowo. Jadi kita Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang mengirim sampah dari tempat asal masing-masing sesuai nanti dengan MOU,” katanya.

Mengenai keberlanjutan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang, Najib menegaskan bahwa kajian terkait pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan dilakukan setelah kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) ditetapkan.

Baca Juga :  Kondisi Banjir di Tigaraksa Berangsur Surut, Warga Mulai Kembali Beraktivitas Normal

“Salah satunya adalah yang akan kita masifkan adalah pembentukan bank sampah. Karena bank sampah itu bukan sekadar membuang sampah atau mengurai, tetapi di situ ada aspek pemberdayaan,” jelas Najib.

Ia juga menegaskan bahwa PSEL merupakan bagian dari program yang bertujuan mengurai sampah dan meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Jadi ibu-ibu kumpul setiap hari menimbang sampah, ada pembinaan. Nanti pun muncul bentuk UMKM baru,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satunya penggunaan bungkus kopi saset yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan.

Terkait produksi sampah di Kabupaten Serang, ia mengatakan, saat ini mendekati kuota harian yang ditargetkan, sekitar 800-an ton, belum termasuk sampah industri dan sampah dari sumber lain seperti SPPG.

“Minimal kan 1.000 yang diproses nanti ada backup-nya minimal 500 ton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan ini membutuhkan manajemen yang baik agar sesuai dengan regulasi dan MoU yang sudah disusun.

Najib juga menegaskan bahwa tidak ada kekhawatiran jika seluruh sampah dari Kabupaten Serang tidak terkelola di Kota Serang.

“Ya kita optimis ya, kalau memang itu sudah ditetapkan oleh kementerian dengan pertimbangan Pak Gubernur juga.“Kita tinggal fokusnya adalah mengirim sampah, mengirim bahan baku,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bank Banten Dapat Suntikan Dana Rp2,6 Triliun dari Pemkab Pandeglang

Daerah

Jelang Pilkada 2024, Pemkot Serang Kucurkan Dana Hibah Rp1,7 Miliar

Daerah

Permasalahan Sampah di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan Desak Pengusaha Implementasikan EPR

Daerah

Perkuat Literasi Warga Cilegon, Perpusnas Sumbang 1000 Buku di Kelurahan Ramanuju

Daerah

Road Show Bus KPK 2022 di Banten, Ini Jadwal Lengkapnya

Daerah

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Banten Andra Soni Terima Petugas Pendata Lapangan

Daerah

Gubernur Andra Soni Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo saat menerangkan tentang program mudik Lebaran gratis yang digelar Pemprov Banten.

Daerah

Ada Mudik Gratis Dari Pemprov Banten, Berikut Daerah Tujuannya