BagusNews.Co – Kejadian pembobolan kantor kelurahan di Tangerang Selatan (Tangsel) bukanlah kasus yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tren kriminal yang menimpa beberapa kantor pemerintahan di wilayah tersebut.
Hal itu terungkap setelah kantor Kelurahan Pondok Jaya di Kecamatan Pondok Aren menjadi sasaran pencurian, namun bukan satu-satunya kantor yang mengalami kejadian serupa.
“Sepengetahuan saya, di kelurahan lain pun ada kejadian yang sama. Dari informasi yang saya dapat, ya kejadiannya enggak jauhlah dari kejadian-kejadian di Pondok Jaya,” ungkap Khairul Rasyid, Lurah Pondok Jaya, kepada wartawan pada Senin, 19 Januari 2026.
Lebih lanjut, kata Khairul, kejadian di kantornya bukanlah yang pertama, karena beberapa kelurahan lain juga pernah mengalami kejadian yang sama.
“Pondok Jaya jadi yang keempat (kejadian pembobolan-red),” katanya.
Sebelumnya diberitakan, pada Sabtu, 17 Januari 2026, pegawai kelurahan menemukan kondisi ruang kerja di lantai dua kantor Kelurahan Pondok Jaya dalam keadaan berantakan dan rusak.
Kerusakan tersebut termasuk lubang besar di dinding yang menuju ke ruang kerja lurah, yang diduga dibuat oleh pelaku untuk masuk secara paksa.
Saat diperiksa, pelaku tampaknya berusaha masuk melalui pintu ruang rapat yang berbahan kaca, yang lebih mudah dijebol daripada pintu utama yang terbuat dari tripleks kayu dan tidak berhasil dibuka karena kunci yang tidak berhasil dirusak.
Khairul menyatakan bahwa kejadian ini adalah kali pertama di kantornya selama ia menjabat. Ia mengungkapkan bahwa usai kejadian didapati keadaan ruang kerjanya sudah berantakan, dan di sekita tempat kejadian perkara (TKP) terdapat linggis, gegep, dan obeng yang diduga digunakan pelaku dalam melakukan aksi pembobolan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada barang yang hilang dari kantor tersebut, meskipun kondisi ruangan berantakan dan berkas-berkas berserakan.
Lebih lanjut, Khairul menyebutkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan proses olah TKP pun langsung dilakukan.
“Selama ini sih kalau kantor lurahan yang pasti kalau jam kerja pasti terbuka. Pada saat selesai pelayanan. Iya, itu pintu dikunci. Kalau setelah kejadian (pembobolan) seperti ini, kita akan ya ganti semualah. Akan lebih diperbaiki lagi. kita kemungkinan pasang (kunci) ganda,” tuturnya.
Sementara itu, tingkat pengamanan yang selama ini diterapkan di kantor kelurahan dianggap cukup, namun kejadian ini menunjukkan bahwa perlindungan fisik dan pengawasan perlu ditingkatkan.
“Kalau pengamanan kita ada. Yang bertugas sebagai pengamanan. Kemungkinan pada saat kejadian mungkin dia sedang keluar ke mana gitu,” sambungnya.
Khairul berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi kriminal tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah lain. (Red/Munjul)







