BagusNews.Co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang tengah gencar melakukan validasi dan akurasi data anak putus sekolah.
Penekanan angka putus sekolah dalam rangka mewujudkan program Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, yakni Serang Cerdas.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengungkapkan ada sekitar 10 ribu anak putus sekolah di Kota Serang yang belum terdaftar. Namun, angka ini masih perlu divalidasi dan diakurasi untuk memastikan kebenarannya.
”Angka 10 ribu itu dari data dapodik yang tidak terdaftar. Misalkan kelulusan seribu tapi dia tidak melanjutkan (sekolah), yang melanjutkan hanya 500. Nah kita tarik tuh yang 500,” ujarnya, saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa, 27 Januari 2026.
”Sementara di Kota Serang yang 500 itu ada yang mondok, ada yang pilihannya ke pendidikan salafi. Itu yang belum kedata,” sambungnya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan validasi dan akurasi data anak putus sekolah di setiap kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT RW.
Kemudian, setelah data tersebut terkumpul, Dindikbud akan melakukan pemetaan dan buat skema dengan mengirim anak anak yang putus sekolah ke sekolah rakyat, ke sekolah formal, dan sekolah non formal.
”Anak-anak yang tidak mau sekolah formal akan diarahkan ke sekolah non formal, seperti Paket A, B, atau C, atau bahkan Sekolah Rakyat,” jelas Nuri.
”Sekolah formal sudah kita dorong baik yang belum lulus SD maupun yang masih duduk di SMP,” imbuhnya.
Nuri menegaskan, tahapan validasi dan akurasi data anak putus sekolah dapat diselesaikan pada pekan kedua Februari 2026.
”Hari ini sudah berjalan keliling-keliling ke kelurahan. Ketua Pokjanya Bu Susi. Biar ada progresnya per tahun berapa, jumlah pengurangannya berapa,” katanya.
Dengan upaya ini, Dindikbud Kota Serang berharap dapat menekan angka putus sekolah dan mewujudkan Kota Serang yang cerdas, berbudi, dan peduli, sesuai gagasan oleh Walikota Budi Rustandi.
”Saya sebagai kepala dinas (pendidikan) punya kewajiban mengentaskan itu agar Kota Serang bebas dari anak putus sekolah,” tandasnya. (Red/ Roy)







