Bagus.News.Co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang telah menurunkan sebanyak 6.000 peserta dalam acara Gebyar Serang Mengaji dan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, yang berlangsung di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat, 13 Februari 2026 malam.
Mereka terlibat langsung dalam pembacaan Al-Qur’an, one man one juz, yang dilakukan secara berjamaah.
Moment ini juga sekaligus melaunching aplikasi Serang Mengaji, hasil bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Provinsi Banten.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan pembacaan Al-Qur’an atau one man one juz dilakukan secara berjamaah, yang diikuti sebanyak 10.000 peserta, bahkan sampai membeludak.
”Dari kita aja sesuai hasil rapat adalah 6.000 siswa, ditambah siswa siswi dari Kemenag 2.000, dan santri 2.000 orang. Tapi ternyata membeludak,” ujarnya.
”Parameternya adalah konsumsi yang disediakan 10.000, ternyata melebih itu,” tambahnya.
Ia mengatakan siswa siswi peserta Serang Mengaji mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB siang, setelah proses kegiatan belajar mengajar (KBM) rampung. Namun, mereka dibatasi waktunya sampai pukul 17.00 WIB sore.
”Jadi itu komitmen rapatnya memang begitu, siswa SMP yang menjadi peserta acara ini cuma sampai jam 5 sore,” jelasnya.
Adapun sekolah yang terlibat dalam Serang Mengaji ini antara lain SMPN 1 Kota Serang, SMPN 2 Kota Serang, SMPN 3 Kota Serang, SMPN 4 Kota Serang, SMPN 5 Kota Serang, SMPN 6 Kota Serang, SMPN 7 Kota Serang, SMPN 8 Kota Serang, SMPN 9 Kota Serang, SMPN 10 Kota Serang.
Kemudian, SMPN 11 Kota Serang, SMPN 12 Kota Serang, SMPN 13 Kota Serang, SMPN 14 Kota Serang, SMPN 15 Kota Serang, SMPN 16 Kota Serang, SMPN 17 Kota Serang, SMPN 18 Kota Serang, SMPN 19 Kota Serang, dan sebagainya.
”Para siswa dibawa ke sini (Alun-alun) melalui koordinator sekolah masing-masing. Kelas 9 atau Kelas 3 SMP. Siswa laki-laki sebelah kanan, dan siswi perempuan sebelah kiri,” ucap Nuri.
Nuri menegaskan bahwa program Serang Mengaji juga akan diterapkan selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurutnya, program ini merupakan tonggak dari penyelenggaraan maupun kemeriahan yang sebelumnya telah dilakukan pada September 2025 kemarin.
Hasilnya, dari 1.680 siswa yang buta huruf Al-Qur’an telah diturunkan menjadi 600 siswa.
”Sisanya 600 ini, dengan adanya Satgas Serang Mengaji, jika kekurangan guru agama atau guru ngaji maka akan disuplay oleh relawan Qur’an tersebut, kita tinggal bersurat aja. Fasilitas seperti ini yang akan kita gunakan,” katanya.
Melalui program Serang Mengaji, data buta aksara Al-Qur’an diyakini akan lebih mudah terdeteksi. Syaratnya, fokus pada siswa kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP.
”Tujuannya agar tahun kelulusan di bulan Juni 2026 nanti seluruh lulusan SMP Kelas 9 bisa baca Al-Qur’an semua. Ini target awal yang akan kita laksanakan dengan guru agama, guru kelas, serta relawan Qur’ani,” terang Nuri. (Red/ Roy)







