BagusNews.Co – Sejumlah mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Manshur Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa sengit di depan Kantor Bupati Pandeglang, Jumat, 27 February 2026. Aksi ini menjadi refleksi kritis atas satu tahun kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi.
Para demonstran menyoroti terkait dengan angka anak putus sekolah di Kabupaten Pandeglang yang cukup tinggi, yakni mencapai 42.415 jiwa.
Selain itu, mereka mendesak program wajib belajar inklusif dengan pembiayaan penuh untuk keluarga prasejahtera, alokasi anggaran pendidikan yang lebih berpihak pada wilayah terpencil dan rentan, pembentukan Satuan Tugas Pencegahan Putus Sekolah berbasis desa/kelurahan, serta transparansi penuh dalam penyaluran bantuan pendidikan.
Koordinator lapangan aksi, Dandi Ramadhan mengungkapkan tingginya angka putus sekolah sebagai persoalan krusial di Pandeglang.
“Data terbaru mencatat 42.415 anak putus sekolah adalah sinyal darurat yang menuntut intervensi kebijakan terarah dan berkelanjutan,” tegas Dandi.
Menurutnya, kemiskinan yang mencapai 8,51 persen atau 105.350 jiwa, ditambah ketimpangan infrastruktur di wilayah terpencil, semakin memperparah akses dan kualitas pendidikan.
“Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Dandi menekankan perlunya kolaborasi intensif antara Pemkab Pandeglang, Pemprov Banten, pemerintah pusat, dan masyarakat.
“Penguatan program bantuan pendidikan serta pencegahan putus sekolah harus jadi prioritas utama, demi masa depan generasi Pandeglang yang lebih cerah,” pungkasnya.(Red/Difeni)







