Home / Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Kadis PUPR Optimis Normalisasi Empat Sungai Bisa Tekan Masalah Banjir di Kota Serang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi I Dok. Roy-BNC

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi I Dok. Roy-BNC

‎BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan bahwa empat titik sungai strategis akan segera dilakukan normalisasi pada tahun anggaran 2026.

‎Langkah ini merupakan tindak lanjut responsif pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), terhadap keluhan masyarakat yang sudah berlangsung lama.

‎Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, membenarkan bahwa seluruh proyek tersebut saat ini sedang dalam tahap pelelangan dan direncanakan akan dikerjakan secara bersamaan mulai bulan Mei 2026 mendatang.

‎Hal ini disampaikan setelah dirinya mengikuti rapat pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan pengendalian banjir sungai Cibanten di kantor BBWSC3, Kota Serang, Jumat, 17 April 2026.

‎”Alhamdulillah pemerintah pusat sangat responsif. Tahun ini empat sungai utama diprogramkan, yaitu Sungai Karangantu, Cibanten, Padek, dan Kesultanan. Semuanya sedang diproses lelang dan targetnya Mei sudah ada action di lapangan,” ujar Iwan Sunardi.

Baca Juga :  Yandri Susanto Janji Selesaikan Persoalan Desa Tertinggal

‎Salah satu fokus utama yang mendapatkan perhatian khusus adalah normalisasi di Sungai Karangantu. Menurut Iwan, lokasi ini menjadi prioritas karena pendangkalan atau sedimentasi yang cukup parah telah menghambat aktivitas para nelayan.

‎”Kenapa ini penting? Karena tingginya sedimentasi membuat kapal nelayan kesulitan saat mau keluar melaut atau masuk ke muara. Dengan dikeruk dan dinormalisasi, akses mereka akan kembali lancar,” jelasnya.

‎Selain Karangantu, perbaikan juga akan dilakukan di Sungai Cibanten, Kali Padek, dan Sungai Kesultanan. Pengerjaan ini mencakup pendalaman alur dan perbaikan struktur sungai agar kapasitas tampung air kembali maksimal.

‎Mengenai dampak terhadap pengendalian banjir, Iwan menyatakan optimisme yang tinggi. Dengan diperlebar dan diperdalam alur sungai, aliran air dari hulu ke hilir dipastikan akan berjalan jauh lebih lancar dan cepat menuju laut.

Baca Juga :  Datangi Ombudsman, Aktivis Nelayan Desak Penegakan Hukum di Pesisir Banten Utara

‎”Air ini kan mengalir dari hulu ke hilir. Kalau salurannya sudah tertangani dengan baik, air bisa segera keluar ke muara dan tidak lagi meluap menggenangi pemukiman. Jadi persoalan banjir bisa diminimalisir secara signifikan,” tegasnya.

‎Iwan juga menekankan pentingnya sinergi yang sudah terjalin antara pusat, provinsi, dan kota. Sebelumnya, sejak tahun 2022, pihaknya sudah bergerak cepat melakukan penertiban dan pendataan kerohiman bagi warga terdampak sebagai persiapan lahan.

‎Ke depannya, Dinas PUPR juga berharap kolaborasi pemeliharaan tidak hanya berhenti di hilir, tetapi juga mencakup wilayah hulu dan tengah agar penanganan banjir bisa tuntas secara menyeluruh.

‎”Kami ucapkan terima kasih kepada BBWSC3 dan seluruh pihak. Harapan besar kami, masyarakat khususnya di kawasan hilir tidak lagi mengalami genangan dan aktivitas nelayan bisa kembali bergairah,” pungkasnya. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Antisipasi SPK Bodong, LPSE Banten Minta Pengusaha Tidak Mudah Percaya Terhadap Secarik Kertas

Daerah

Wagub Banten: Polisi Harus Hadir di Industri untuk Berantas Pungli dan Premanisme

Daerah

Jaga Keandalan Listrik Selama KTT G20, PLN Resmi Operasikan PLTG Relokasi dari Grati ke Bali

Daerah

Ganjar Ditemani Rano Karno ke Rangkasbitung, Napak Tilas Perjalanan Bung Karno

Daerah

Wabup Pandeglang Tanggapi Video Penolakan Wisata Gunung Karang

Daerah

Harga Rata-Rata Gabah Di Banten Turun Dibandingkan Februari 2023, Upah Buruh Tani Naik

Daerah

Gelar Konsolidasi Akbar, PDIP Banten Optimis Menangkan Ganjar Pranowo di Tanah Jawara

Daerah

Polda Banten Siapkan 451 Personel untuk Amankan Operasi Lilin Nataru