Home / Daerah

Rabu, 3 Januari 2024 - 08:35 WIB

Bawaslu Banten Komentari Simulasi Pemungutan Suara Pilpres Oleh KPU Kabupaten/Kota 

BagusNews.Co – Badan Pengawas Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mempertanyakan simulasi pemungutan, penghitung dan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2024.

Soalnya, dalam simulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota di Banten hanya mencantumkan dua pasangan calon (Paslon) untuk surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Padahal faktanya diikuti oleh tiga paslon.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal mengatakan, simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil suara bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap tatacara dan proses teknis di TPS dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Oleh karena itu, pelaksanaan simulasi harus dilakukan menyerupai kejadian realnya pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Simulasi itu bertujuan memberi informasi dan pemahaman pada pemilih tentang bagaimana tatacara dan proses teknis pungut hitung dan dekap hasil suara. Tapi ini kenapa contoh surat suara untuk Pilpres yang digunakan hanya mencantumkan dua paslon, padahal kan di Pilres 2024 ini ada tiga paslon,” katanya kepada awak media, Selasa 2 Januari 2024.

Baca Juga :  Salurkan TPP dan Gaji Ke-13 ASN Tepat Waktu, Dewan Apresiasi Pemkab Serang

Diketahui Pemilu 2024 untuk Pilpres diikuti oleh tiga paslon. Yakni, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurut Ali, jika simulasi yang dilakukan KPU Kabupaten/Kota di Banten harus disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya. Hal ini agar memberikan pemahaman tata cara dan proses pungut hitung dan rekap suara agar tidak menimbulkan kebingungan pada masyarakat.

“Ini yang kami sesalkan, karena di dummy simulasi hanya ada dua paslon, sementara Pilpres-nya diikuti tiga pasangan,” ucapnya.

KPU sebagai pelaksana pemilu, lanjut Ali, harus bisa memberikan pemahaman secara menyeluruh soal pelaksanaan Pemilu.

Menurut Ali, hal-hal teknis dalam pelaksanaan Pemilu harus diperhatikan secara teliti. Karena tidak menutup kemungkinan kesalahan selanjutnya dapat terulang terkait soal-soal teknis yang tidak diperhatikan secara teliti dan detail.

Baca Juga :  Selain Pj Gubernur, Jabatan Tujuh Anggota KPU Banten Juga Berakhir Mei 2023

“Imbauan saya jika akan kembali dilakukan simulasi pengut hitung rekap hasil suara, maka semuanya, baik tata cara sampai contoh surat suaranya harus sesuai dengan jumlah pasangan calon yang ada,” sambung Ali.

Sementara, Ketua KPU Provinsi Banten Mohamad Ihsan mengatakan, bahwa surat suara yang dijadikan untuk simulasi sudah dicetak KPU RI sebelum ada paslon.

“Simulasi ini program KPU RI. Terkait surat suara sudah dicetak sebelum adanya paslon,” katanya.

Pelaksanaan simulasi pemungutan, penghitung dan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2024, lanjut Ihsan, semangatnya adalah pembelajaran bagi semua yang terlibat.

“Semuanya punya peran, jadi semangatnya ke sana (pembelajaran-red) sehingga di luar surat suara tadi bisa diantisipasi,” ucapnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tatu Targetkan 2034 Kabupaten Serang Jadi Smart City

Daerah

Demi Keselamatan Warga, Pemkot Tangerang Tambal Jalan Berlubang

Daerah

PWI Pandeglang Kecam Pengeroyokan Wartawan di Kabupaten Serang

Daerah

‎Disparpora Kota Serang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Kawasan Pedestarian Royal Baroe

Daerah

Rizki dan Dimyati Natakusumah Kompak Nobar Film Gak Nyangka Karya Ibas

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Minta Bidan di Provinsi Banten Lakukan Dua Hal Ini

Daerah

Pemprov Banten Komitmen Tindaklanjut Hasil Temuan BPK

Daerah

Kurangi Pengangguran, Pemkab Serang dan BBPVP Serang Teken MoU Pelatihan Vokasi