Home / Daerah

Rabu, 29 Mei 2024 - 19:13 WIB

Yedi Rahmat Bakal Tindak Lanjuti Rumah Tidak Layak Huni Milik Fiah

BagusNews.Co – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengaku akan segera menindaklanjuti terkait keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Fiah, janda 54 tahun, warga Kecacang RT 01/RW 06, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Insya Allah, dalam waktu dekat akan kita tindak lanjuti. Karena saya juga sudah perintahkan Pak Kadis Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) untuk segera membuat surat permohonan bantuan kepada Pemprov Banten,” kata Yedi Rahmat saat ditemui di kantor Walikota Serang, Rabu, 29 Mei 2024.

Yedi mengatakan, Pemerintah Kota Serang saat ini masih mengalami kekurangan anggaran untuk bantuan RTLH. Untuk itu, pihaknya akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten.

“Jadi kalau bicara soal tindakan, mungkin kita sudah lumayan cepat. Tetapi kita masih mengalami keterbatasan anggaran yang ada,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Fiah (54) merupakan seorang wanita yang sudah tidak bersuami di Kampung Kecacang RT 01/RW 05 Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Fiah tinggal di rumah yang hampir roboh bersama satu orang cucunya, tanpa tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Bupati Serang Harap TP PKK Berperan Menekan Angka Stunting dan Kekerasan Terhadap Anak

Pantau BagusNews.Co, pada 29 Mei 2024, Rumah Fiah tampak depan sudah tampak rapuh, terlihat bagian depan atap roboh sebelah, pintu rumah yang hanya pake pintu angkat, tiang rumah juga hanya di sangga dengan kayu sederhana, warna cat yang sudah tidak karuan bersebelahan langsung dengan lahan persawahan milik warga.

Bahkan,ketika memasuki bagian ruang tamu, tampak kondisi dinding sebelah hanya menggunakan sepanduk dan kain atap bagian tengah rumah bocor.

Fiah mengatakan, dirinya sudah tinggal berpuluh-puluh tahun di rumah tersebut setelah suaminya meninggal dunia. Ia juga tinggal bersama cucunya yang tak lagi memiliki ibu. Sementara ayah dari cucunya juga sudah berpisah.

“Anak saya yang perempuan meninggal dan anaknya sama saya diurus. Bapaknya masih ada cuma beda rumah. Kalau hujan kita tidur di teras rumah warga,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fiah hanya menjadi buruh serabutan di sawah milik warga sehingga untuk memperbaiki rumah tidak bisa mencukupi.

Baca Juga :  DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang Luncurkan Bazar Ramadan 1447 H

“Jadi kalau untuk memperbaiki rumah duitnya enggak ada. Itu juga kalau masuk tanam padi baru ada kerjaan,” kata Fiah.

Ia mengaku, belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan lainnya. Bahkan, rumah yang dia tinggali saat ini sudah beberapa kali didokumentasikan oleh pihak kelurahan maupun RT, akan tetapi sampai saat ini belum juga terlaksanakan.

“Kemarin ada bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sekali, kaya perabotan rumah dan usah kecil-kecilan. Tapi usahanya paling di teras rumah warga,” ujarnya.

Fiah berharap kepada Pemerintah Kota Serang untuk segera menindaklanjuti keluhannya tersebut sehingga dapat segera membantu memperbaiki kondisi rumahnya tersebut.

“Waktu itu ada orang pemerintah katanya mau perbaiki, tapi sampai saat ini belum ada perbaikan. Kadang kalau hujan saya masih tidur di teras warga,” harapnya. (ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Serang Klaim Pembangunan Jalan Rusak Rampung Tahun 2023

Daerah

MK Perintahkan PSU, Gus Robi Rapatkan Barisan untuk Zakiyah-Najib

Daerah

Daya Beli Masyarakat Turun, Sejumlah Toko di Pasar Badak Pandeglang Tutup

Daerah

Pemkot Serang Terima Kunjungan Delegasi China, Bahas Investasi Lintas Sektor‎

Daerah

Usai Bebas, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Akan Fokus Kepala Keluarga

Daerah

Al Muktabar Terima SK Perpanjangan Jabatan sebagai Pj Gubernur Banten

Daerah

Waktu Pencarian Ditambah, Lima Jurnalis Belum Kunjung Ditemukan di Selat Sunda

Daerah

Kota Tangerang Tampil Memikat di Inacraft 2026, Buktikan Kreativitas dan Inovasi UMKM Nasional