BagusNews.Co – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten terus berupaya melakukan langkah antisipasi dampak musim kemarau pada sektor pertanian, khususnya pada tanaman padi. Adapun langkah yang diambil, diantaranya dengan mengoptimalkan program irigasi perpompaan (irpom) dan pompanisasi.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, dari 388 unit irpom yang disalurkan pemerintah pusat kepada kelompok tani yang berada Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten sebagian besar telah terpasang, dan diharapkan dapat rampung pada akhir Juli 2024.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan 1.163 pompanisasi kepada kelompok tani dalam rangka mengantisipasi dampak musim kemarau pada sektor pertanian.
Selanjutnya, Agus menyampaikan kebijakan Kementerian Pertanian terkait bantuan irpom dan pompanisasi tersebut sangat tepat. Terlebih hal itu sebagai langkah mitigasi risiko untuk menghadapi musim kemarau.
“Harapannya dengan Irpom dan pompanisasi ini mampu menyelamatkan tanaman yang ada serta dapat berkontribusi dalam tambahan area tanam atau Perluasan Area Tanam (PAT),” ungkap Agus M Tauchid usai melakukan monitoring dan evaluasi irpom di Kabupaten Serang, Selasa (16/7/2024).
Sedangkan, Agus menuturkan untuk wilayah Provinsi Banten akan mulai memasuki masa panen di bulan Agustus hingga September 2024. Sehingga diharapkan dengan adanya program irpom dan pompanisai ini menjadi langkah mitigasi kekeringan menjelang masa panen.
“Untuk bulan Agustus di wilayah Provinsi Banten potensi panen mencapai 49.930 hektar yang berpotensi menghasilkan beras 183.838 ton,” katanya.
“Sedangkan puncak panen akan terjadi pada September, dan itu berpotensi panen mencapai 56.557 hektar atau berpotensi menghasilkan 208.235 ton beras,” sambungnya.
Dikatakannya, dengan potensi tersebut pihaknya berharap Provinsi Banten menjadi daerah penyumbang pangan secara nasional. Serta mampu mendorong dalam pengendalian inflasi dari sektor beras.
“Peran irpom dan pompanisasi ini diharapkan mampu menjaga ritme produksi padi di Provinsi Banten, serta menjadi penyumbang pangan secara nasional,” imbuhnya.
Sementara, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal Anny Mulyani mengatakan, program irpom dan pompanisasi merupakan langkah mempertahankan hingga meningkatkan produksi padi secara nasional.
“Kita pernah mengalami El Nino pada tahun 2023, dan hal itu berdampak pada penurunan produksi hingga terjadi kenaikan harga padi pada 2024 awal. Maka Pak Menteri mengeluarkan kebijakan ini untuk meningkatkan produksi agar tidak ada kekurangan produksi beras secara nasional,” ujarnya.
Selanjutnya, Anny berharap dengan program iprom dan pompanisasi tersebut dapat membantu petani dalam meningkatkan produksi serta mampu meningkatkan pendapatan para petani.
“Kita minta kelompok tani untuk menjaganya dan diharapkan ini mampu dimanfaatkan dengan jangka panjang, sehingga dapat berkelanjutan,” katanya.
“Kita juga berharap dengan ini mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang tadinya hanya 2 bisa mencapai IP 3, serta menambah area tanam,” sambungnya.
Sedangkan, Ketua Kelompok Tani Maju 1 Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Mad Sufi menyampaikan dengan adanya bantuan irpom tersebut membantu para petani dalam menyelamatkan tanaman padinya pada IP ke-2.
“Ini sangat ngebantu kita, ini kan sawah tadah hujan jadi harus dibantu dengan pompa. Dengan irpom ini juga kita bisa tanam ke-3,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dari 388 unit irpom tersebut terdiri dari Kabupaten Lebak 155 unit, Kabupaten Pandeglang 85 unit, Kabupaten Serang 55 unit, Kabupaten Tangerang 28 unit dan Kota Serang 15 unit.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kasiter Kasrem 064/MY Kol Inf Sigit Dwi Cahyono, Banit subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Banten M Tri Sutriyanto, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Banten Ismatul Hidayah, Plt Kabid Prasarana Distan Provinsi Banten Saiful Bahri dan Dinas Pertanian Kabupaten Serang.







