Home / Hukum / Hukum dan Kriminal

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:39 WIB

Polres Pandeglang Ungkap Kronologi Pengeroyokan Maut di Cibaliung

Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Alfian Yusuf saat diwawancarai wartawan pada Senin, 25 Mei 2026 di Mapolres Pandeglang | Dok. Guntur-BNC

Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Alfian Yusuf saat diwawancarai wartawan pada Senin, 25 Mei 2026 di Mapolres Pandeglang | Dok. Guntur-BNC

BagusNews.Co – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang mengungkap kasus pengeroyokan yang berujung hilangnya nyawa seseorang di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026, ini mengakibatkan empat orang ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses pengembangan penyidikan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pandeglang AKP Alfian Yusuf  menjelaskan kronologi awal kejadian yang berawal dari rasa takut salah seorang pelaku. “Peristiwa terjadi pada 23 Mei kemarin, Pelaku N sedang berkendara diikuti oleh korban, merasa ketakutan pelaku melaporkan kepada saudara saudaranya,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Mapolres Pandeglang pada Senin, 25 Mei 2026.

Rasa takut pelaku tersebut kemudian memicu reaksi dari keluarga dan kerabatnya. Sekitar pukul 22.30 WIB pada hari yang sama, para pelaku kemudian secara bersama-sama mencari korban. Pertemuan berujung maut itu terjadi di Kampung Ciwangun, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, tepatnya di depan sebuah warung. Di lokasi itulah, korban menjadi sasaran pengeroyokan yang mengakibatkan luka-luka serius.

Baca Juga :  Polres Pandeglang Ungkap Spesialis Pembobolan Minimarket, 7 Tersangka Ditangkap

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, luka yang dialami korban sangat parah dan berasal dari berbagai jenis kekerasan. “Terdapat luka oleh benda tumpul di sekujur tubuh, luka oleh senjata tajam di bagian kepala, tangan dan badan,” jelas Alfian. Ia menambahkan, luka yang terbukti fatal adalah luka akibat benda tajam di bagian punggung yang menembus hingga paru-paru korban, menyebabkan korban akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  Meresahkan! Polresta Tangerang Bongkar Jaringan Peredaran Narkotika Sintetis di Beberapa Lokasi

Dalam penanganan kasus ini, Polres Pandeglang mengamankan empat orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Inisial para tersangka adalah D, N, R, dan S. Dari keempat tersangka tersebut, dua di antaranya masih berstatus sebagai anak di bawah umur.

Barang bukti yang berhasil disita dari para tersangka meliputi tiga buah senjata tajam, yaitu satu golok, satu pisau, dan satu badik. Senjata-senjata inilah yang diduga digunakan para pelaku untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 262, Pasal 466, dan Pasal 458 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Alfian. (Red/Guntur)

Share :

Baca Juga

Daerah

DPR RI Adde Rosi Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan di STKIP Syekh Manshur Pandeglang

Daerah

Dinilai Cepat Tanggap Tangani Pelanggaran Pemilu, Kumala Apresiasi Kinerja Bawaslu Banten

Daerah

Supena Tuding Ada Pemalsuan Tanda Tangan dalam Transaksi Jual Beli Lahan Puspemkab Serang

Hukum

Polresta Tangerang Bekuk Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Hukum dan Kriminal

Hari Ke-6 Operasi Patuh Maung, Polres Pandeglang : Mayoritas Pelanggaran Tidak Menggunakan Helm

Daerah

Antisipasi Gangguan Aset, PLN Banten Perkuat Kolaborasi dengan Polda

Hukum dan Kriminal

Sengketa Lahan Berujung Pengeroyokan, Polda Banten Tetapkan Lima Tersangka

Business

Datangi Kantor Bupati Serang, Warga Pulau Sangiang: Jangan Jual Tanah Ulayat