Home / Daerah / Politik

Kamis, 21 November 2024 - 11:25 WIB

Yhannu Setyawan: Debat Calon Bupati Serang Harus Fokus pada Gagasan yang Realistis

Yhannu Setyawan saat berpidato di gedung Fakultas Hukum, kampus Untirta Sindangsari, Serang | Dok. Dwi MY-BCN

Yhannu Setyawan saat berpidato di gedung Fakultas Hukum, kampus Untirta Sindangsari, Serang | Dok. Dwi MY-BCN

BagusNews.Co – Debat publik kedua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Serang yang akan digelar oleh KPU Kabupaten Serang mendapat tanggapan dari pengamat politik.

Salah satu pengamat politik, Yhannu Setyawan, memberikan tanggapannya mengenai debat pamungkas yang akan diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Serang di studio Kompas TV pada Jumat, 22 November 2024.

Debat ini menjadi penutupan dari serangkaian debat yang diadakan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Oleh karenanya, menurut Yhannu, setiap pasangan calon telah memantau momen debat di daerah lain.

“Nah, harapan saya sih mereka tidak menjadikan debat pamungkas ini sebagai lomba pidato,” ungkapnya kepada BagusNews.Co pada Senin, 18 November 2024.

Baca Juga :  Kejar Target Coklit Data Pemilih, Pantarlih Jangan Mangkir

Dalam debat tersebut, lanjut Yhannu, pasangan calon dapat membahas ide, gagasan, dan rencana mereka. Misalnya, jika mereka memiliki program tertentu, masyarakat dapat menilai apakah program tersebut realistis dan berdampak.

Ia juga mencatat adanya kecenderungan dalam debat-debat sebelumnya yang terkesan berlebihan.

“Tapi, saya menganggapnya mereka seperti latihan berpidato apalagi ada pesan seolah-olah mereka menghafal,” katanya.

Menurut Yhannu, tidak ada masalah jika pasangan calon mempelajari data, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka menggunakan data tersebut dalam pembuatan kebijakan.

Yhannu menegaskan bahwa seorang kepala daerah seharusnya tidak hanya menjadi penghafal data, melainkan mampu memanfaatkan data untuk kebijakan yang akan diambil.

Baca Juga :  Lepas Jawara Run 2025, Andra Soni Ajak Masyarakat Jadikan KP3B Sebagai Ruang Terbuka Bersama Yang Bersih dan Tertib

“Data dari BPS enggak perlu misalnya dia secara detail menyebutkan sekian-sekian. Nah, itu yang paling penting itu buat dia adalah dari data itu dia membuat kebijakan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penting bagi pasangan calon kepala daerah untuk tidak ditekan atau dipaksa menjadi akademisi.

“Jangan dipaksa ini seolah-olah politisi dipaksa jadi akademisi ya kan enggak bisa dong,” ujarnya.

Politisi, menurut Yhannu, harus mampu merencanakan program dan menjelaskan rencana tersebut secara detail.

Dengan cara ini, masyarakat dapat menilai program mana yang paling sesuai dan berdampak bagi mereka. “Sehingga dia memilih dengan satu kesadaran,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Peduli Kesehatan, Gardu Ganjar Beri Layanan Pengobatan Gratis bagi Warga Pulau Tunda di Serang

Daerah

Hari Santri Nasional Lahir Dari Banten

Daerah

DPRD Banten Dorong Pemprov Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Berkelanjutan

Daerah

Mahasiswa Desak Masuk Kantor Setda Pandeglang

Daerah

Syafrudin Tinjau Lokasi Pasca Kebakaran Kantor Dinkopukmperindag Kota Serang

Daerah

Terima Laporan Jalan Rusak, Gubernur Banten Andra Soni Gercep Tinjau Lokasi

Daerah

Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan Keluhkan Kondisi Sungai Ciujung

Daerah

Tidak Didampingi Orang tua Saat Pengukuhan, Pj Gubernur Al Muktabar Beri Semangat Kepada Dona Agustin Tim Paskibraka Provinsi Banten