Home / Nasional

Kamis, 24 April 2025 - 12:19 WIB

Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Listrik, PLN Banten Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Pertanian

BagusNews.Co – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik pada periode Triwulan II (April – Juni) 2025 tetap, atau tidak ada perubahan untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi.

Menyikapi kebijakan pemerintah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan, semakin fokus menghadirkan infrastruktur kelistrikan andal yang menjangkau hingga ke wilayah pertanian terpencil di daerah Banten Selatan.

Hingga April 2025, PLN UID Banten telah merealisasikan pemasangan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

SPLU ini berfungsi sebagai solusi praktis dan cepat untuk akses listrik di area yang belum tersedia jaringan rumah tangga maupun usaha. Fasilitas ini sudah dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, termasuk para petani dan pelaku usaha kecil untuk mengoperasikan peralatan pertanian, seperti pompa air dan bor sumur di masa kemarau.

Baca Juga :  Penggunaan Produk Dalam Negeri Diharapkan Dapat Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Adapun titik SPLU telah tersebar di berbagai titik, yakni Kecamatan Cikulur, Cimarga, Koroncong, Saketi, Bojong, Picung, Cikeusik, Gunungkencana, Panggarangan, Sindangresmi, Patia, dan Jiput.

General Manager PLN UID Banten, M Andy Adchaminoerdin (Andy Acha) menegaskan, pihaknya totalitas mendukung program pemerintah. Menurutnya PLN memiliki Program Electrifying Agriculture, siap berkolaborasi dengan para petani yang ada di Lebak dan Pandeglang.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai mitra pembangunan yang aktif mendorong pertanian lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Manfaat program ini telah dirasakan oleh banyak petani di wilayah Provinsi Banten,” tegas Andy Acha dalam rilis PLN yang diterima BagusNews.Co, Kamis, 24 April 2025.

Ia menambahkan, PLN juga terbuka terhadap permintaan masyarakat terkait pengembangan jaringan ke lahan-lahan pertanian melalui prosedur permohonan resmi.

Menurutnya, komunikasi langsung sangat penting agar setiap kebutuhan pelanggan dapat segera ditindaklanjuti sesuai standar layanan dan perencanaan teknis PLN.

Baca Juga :  HUT Banten Ke 22 Tahun, Ganjar Pranowo : Meski Masih Berusia Muda, Tapi Menyimpan Banyak Sejarah Indonesia

Sementara itu, Manager PLN UP3 Banten Selatan, Muhammad Ardian, turut menyampaikan bahwa seluruh jajaran di lapangan telah bekerja proaktif berkoordinasi dengan aparat desa, kelompok tani, dan stakeholder lokal lainnya.

“Kami tidak kenal lelah. Kami sudah mengidentifikasi potensi dan kebutuhan tambahan infrastruktur listrik di wilayah pertanian Lebak dan Pandeglang. SPLU adalah solusi awal yang kami siapkan agar aktivitas pertanian tetap berjalan,” ujar Ardian.

PLN juga mengajak para petani untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai saluran resmi pengajuan layanan listrik, pengaduan, dan informasi kelistrikan secara transparan dan mudah.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kelistrikan yang mendukung pengembangan sektor pertanian dan perdesaan secara inklusif, sejalan dengan semangat pemerataan energi dan pembangunan nasional,” tutup Ardian. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Kemendagri Lakukan Profiling Terhadap Calon Penjabat Gubernur

Ekonomi

Bank bjb Raih Penghargaan Sebagai Bank Peduli Perekonomian Masyarakat Desa

Nasional

Puluhan Jenderal Purnawirawan TNI/Polri Ingin Duetkan Anies-AHY di Pilpres 2024

Daerah

Al Muktabar Tinjau Pembangunan SMAN 4 Rangkasbitung
Presiden RI Joko Widodo membuka pameran otomotif tahunan The 30th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023.

Nasional

IIMS 2023 Dibuka Presiden Jokowi, PLN Siap Optimalkan Ekosistem Kendaraan Listrik

Daerah

Banten Belum Capai Target Pelayanan Adminduk, Kemendagri Beri Waktu Hingga Akhir Tahun 2023

Daerah

Pastikan DAK Fisik Sesuai Rencana, Kepala Dindikbud Pantau Pembangunan SMKN 1 Curugbitung

Nasional

Lewat Co-Firing, 40 PLTU PLN Grup Mampu Turunkan Emisi Hingga 429 Ribu Ton CO2