Home / Daerah

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:46 WIB

Pustu Didominasi di Wilayah Walantaka, Pelayanan Kesehatan di Kota Serang Belum Merata

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, saat mendampingi Walikota Budi Rustandi meninjau fasilitas pelayanan publik di Pustu Kiara, Kecamatan Walantaka I Dok. Istimewa

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, saat mendampingi Walikota Budi Rustandi meninjau fasilitas pelayanan publik di Pustu Kiara, Kecamatan Walantaka I Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang telah membangun 8 Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Kota Serang pada tahun 2025.

‎Dari 8 Pustu, 6 di antaranya mayoritas dibangun di wilayah Kecamatan Walantaka, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dinilai belum merata.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengungkap bahwa sepanjang 2025 pihaknya baru membangun 8 Pustu yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Walantaka, Taktakan, dan Cipocok Jaya.

‎”Sesungguhnya Pustu yang sudah dibangun itu ada 8 Pustu,” kata Hasanuddin, usai acara peresmian gedung Pustu dan kantor Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis, 29 Januari 2026.

‎Ia menyebut 8 Pustu yang sudah dibangun adalah Pustu Cibendug (Taktakan), Pustu Pager Agung (Walantaka), Pustu Kalodran (Walantaka), Pustu Kiara (Walantaka), Pustu Pipitan (Walantaka), Pustu Tegal Sari (Walantaka), Pustu Teritih (Walantaka), dan Pustu Cipocok Jaya (Cipocok Jaya).

‎”Itulah Pustu-pustu yang pada tahun 2025 dibangun satu tahun menjabat Pak Walikota ini itu hasil daripada bidang kesehatan. Sebenarnya dalam satu tahun itu bukan Pustu saja yang dibangun, puskesmas juga ada,” katanya.

‎Menurutnya, Pustu yang tersebar di Kota Serang merupakan prototipe yang sama dengan yang ada di seluruh Indonesia, karena dibangun menggunakan dana dari pemerintah pusat.

Hasanuddin menjelaskan bahwa pembangunan Pustu di Kota Serang terkendala oleh persyaratan lahan yang ketat, sehingga dari 25 Pustu yang diusulkan, hanya 8 yang disetujui pemerintah pusat.

‎Dari 8 Pustu yang dibangun, 6 di antaranya mayoritas berada di wilayah Kecamatan Walantaka, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Serang dinilai belum merata.

‎”Betul (belum merata) karena persyaratannya berlapis, tidak boleh kalau persyaratan lahannya tidak bersertifikat, AJB tidak boleh. Jadi terkendala lahan,” terang Hasanuddin.

‎”Sebenarnya Kota Serang mengusulkan 25 Pustu ke pusat. Ini (Pustu Kiara) yang gak dicoret karena lahannya sudah beres,” tambahnya.

‎Hasanuddin menuturkan pembangunan pustu memakan waktu 90 hari atau 3 bulan, dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, masing-masing sekitar Rp750-an juta.

‎Tujuan pembangunan Pustu adalah untuk mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, sesuai Integritas Layanan Premier (ILP) sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.

‎”Pustu-pustu ini akan diperbantukan tenaga kesehatan dari Puskesmas (induk), termasuk 1 bidan dan 1 perawat. Semua orang sakit bisa diperiksa di sini. Kadang-kadang masyarakat merasa jauh lah ke sana, gak mau berobat lah, ga mau periksa lah. Jadi kita yang mendekatkan sendiri ke sini,” tutur Hasanuddin. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Defisit Anggaran, Pemkot Serang Batasi Perjalanan Dinas dan Kontrak Kerja

Daerah

Langkah Kendalikan Inflasi, Distan Banten Gandeng Kelompok Tani Lakukan Tanam Bawang Merah

Daerah

Pemkot Serang Lakukan Sinkronisasi Data Bansos dan BPJS PBI

Daerah

Pertumbuhan Ekonomi Banten Capai 5,19 persen, Andra Soni Ungkap Sektor Pertanian Berkontribusi

Daerah

Swasembada Pangan, Forkopimda Kabupaten Tangerang Tanam Jagung Hibrida di Ranca Iyuh

Daerah

Kado HUT Kota Serang, Fishmen Band Rilis Album Perdana 3 Sehat 5 Sempurna

Daerah

Jelang Pemilu, Disdukcapil Kabupaten Serang Lakukan Perekaman KTP Elektronik di Rumah Tahanan

Daerah

Wakil Walikota Cilegon Kunjungi Birokrat Mengajar di SDN Kebon Dalem