Home / Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 13:39 WIB

Sekda Banten Deden Apriandi Tekankan Belanja Daerah Selaras dengan Asta Cita

BagusNews.Co – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten Triwulan I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula BPKAD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa, 14 April 2026.

Deden menekankan bahwa pembelanjaan anggaran pemerintah daerah bagi setiap program harus selaras dan berbasis Asta Cita.

“Pengelolaan keuangan daerah harus mampu mendukung pencapaian target pembangunan nasional, termasuk pengawalan belanja daerah agar selaras dengan Asta Cita, 17 program prioritas, serta target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen,” ungkap Deden.

Pengelolaan keuangan daerah menurutnya bagian integral dari penyelenggaraan pemerintahan yang harus dilaksanakan secara tertib, taat regulasi, efisien, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan daerah dengan agenda strategis nasional, seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, akses pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Andra Soni Dampingi Mendagri Tinjau Harga Pangan di Pasar Induk Rau

Dalam kesempatan itu, Deden lantas menyoroti tantangan implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 khususnya terkait pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD. Ia mengingatkan pemerintah daerah untuk memprioritaskan belanja wajib (mandatory spending), antara lain alokasi pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kami di daerah menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ketentuan ini. Hampir seluruh daerah mengalami kesulitan yang sama. Oleh karena itu, kami berharap adanya solusi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menuturkan langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait transformasi budaya kerja ASN. Di antaranya pengurangan perjalanan dinas, optimalisasi kerja secara hybrid, serta efisiensi penggunaan fasilitas pemerintah.

Baca Juga :  Pemkot Serang Bersama Komisi I DPR RI Bahas Penerapan Kota Smart City

“Hasil efisiensi anggaran tersebut diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar dan akan dialokasikan untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur jalan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera,” jelasnya.

Tidak hanya itu, efisiensi anggaran juga dapat mendukung program prioritas lainnya, termasuk perluasan akses pendidikan gratis, yang pada tahun ajaran baru mendatang akan mencakup madrasah swasta di Provinsi Banten. Deden berharap rakor ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.

“Saya berharap forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, sehingga kita dapat menemukan solusi bersama,” katanya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kejar Gelar Doktor, Desy Ratnasari Lakukan Penelitian di DPRD Banten

Daerah

Khawatir Membahayakan, Warga Kota Serang Minta Bak Angkutan Sampah Diganti

Daerah

Kepala Dispora Banten Ajak ASN Dispora Jaga Netralitas di Pemilu dan Pilkada 2024

Daerah

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat Akan Tempati Bekas Rumdin Wabup Serang

Daerah

Pengelolaan Rutilahu di Era Digital, DPRKP Kabupaten Serang Luncurkan Aplikasi Digimon

Daerah

RSUD Labuan dan Cilograng Dibangun, Wagub: Warga di Perbatasan Tidak Usah Berobat ke Sukabumi Lagi

Daerah

Bahas Persiapan Pilkada Serentak, Pemprov Banten Terima Kunjungan Tim Komnas HAM

Daerah

HUT ke-24 Provinsi Banten, Pemerintah Berikan Program Pemutihan Denda PKB dan BBNKB