Home / Daerah / Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:17 WIB

Potensi Ekonomi, Mahasiswa Untirta Sosialisasi Bank Sampah di Solear Kabupaten Tangerang

Warga Kampung Lengsir, Desa Munjul, Kabupaten Tangerang mengikuti penyuluhan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diselenggarakan oleh Kelompok 10 KKM Tematik Reguler Untirta bersama Bank Sampah l Dok. Istimewa

Warga Kampung Lengsir, Desa Munjul, Kabupaten Tangerang mengikuti penyuluhan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diselenggarakan oleh Kelompok 10 KKM Tematik Reguler Untirta bersama Bank Sampah l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Mengubah paradigma masyarakat tentang sampah dari sekadar barang buangan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi merupakan langkah solutif yang krusial. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Kelompok 10 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Berkolaborasi dengan Bank Sampah, para mahasiswa menyelenggarakan program penyuluhan pengelolaan sampah berkelanjutan bagi warga Kampung Lengsir RT 01/RW 01, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis secara komprehensif, sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi sirkular dari limbah rumah tangga.

Penyuluhan ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari warga setempat, perangkat desa, hingga jajaran ketua RT dan RW. Antusiasme yang terbangun dalam forum diskusi mengindikasikan adanya semangat kolektif warga Desa Munjul untuk membenahi lingkungan melalui aksi-aksi sederhana namun berdampak besar. Keterlibatan aktif semua pihak ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepedulian lingkungan secara gotong royong.

Fokus utama dari pendidikan ini adalah memperkenalkan praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni pada skala rumah tangga. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan secara lugas bahwa langkah awal menciptakan sistem pengelolaan yang berdaya guna adalah memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, dan logam, tidak boleh berakhir di tempat pembuangan akhir. Limbah jenis ini dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui fasilitas bank sampah untuk didaur ulang.

Baca Juga :  Pimpin Rapim OPD, Gubernur Andra Soni : Utamakan Melayani Masyarakat

Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek ekonomi sirkular, yaitu sebuah model yang berupaya memperpanjang siklus hidup material agar terus bernilai serta menekan volume timbulan sampah. Melalui mekanisme bank sampah, warga diajak memahami bahwa sampah anorganik yang disetorkan dapat ditabung dan dikonversi menjadi nilai finansial nyata.

Angga Maulana Wijaya, perwakilan Kelompok 10 KKM Tematik Reguler Untirta, menegaskan bahwa inisiatif tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian berbasis solusi. Melalui pendekatan kolaboratif ini, siswa berharap masyarakat mampu menerapkan ilmu yang didapat secara mandiri di rumah masing-masing.

“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap kita bisa belajar bersama terkait bagaimana cara mengelola sampah yang baik, dan ternyata sampah yang selama ini dibakar, sampah sembarangan memiliki nilai ekonomis jika kita bisa memilahnya dengan baik,” ujar Ketua Kelompok 10 KKM Tematik Reguler Untirta.

Sinergi solutif antara pihak sejarawan dan masyarakat ini mendapat apresiasi penuh dari aparatur desa. Rudi, selaku Kepala Dusun 01 Desa Munjul, menilai keberhasilan program ini memberikan wawasan baru yang relevan dengan tantangan kebersihan desa saat ini.

“Kegiatan penyuluhan ini (bermanfaat) karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Rudi.

Baca Juga :  IeSPA dan Indosat 3 Gelar eSport Hero School Tournament di Kota Serang

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 01 Desa Munjul, Udin, juga menyoroti korelasi langsung antara pengelolaan tata lingkungan yang benar dengan peningkatan taraf kesehatan serta kenyamanan organisasi warga.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 10 yang telah menghadirkan penyuluhan yang bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesadaran memilah sampah harus segera diimplementasikan sebagai budaya komunal. “Pengelolaan sampah yang benar merupakan hal yang sangat penting karena berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan kita semua.Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dipraktikkan bersama-sama dan menjadi bekal dalam mewujudkan lingkungan Desa Munjul yang lebih bersih, asri, dan sejahtera,” tegasnya.

Untuk memperkuat aspek praktis, perwakilan Bank Sampah, Sunday Byar Rahino, menyajikan berbagai jenis bahan daur ulang yang laku di pasaran beserta prosedur teknis operasionalnya. Ia membimbing warga memahami alur penyetoran, mulai dari pemilahan, penimbangan, pencatatan saldo tabungan, hingga manfaat akhir yang diterima warga.

Kegiatan berlangsung sangat interaktif dengan menguraikan berbagai pertanyaan penting dari warga mengenai kiat memilah sampah hingga potensi pembentukan unit bank sampah di tingkat RT. Melalui edukasi berkelanjutan ini, Kelompok 10 KKM Untirta berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya strategi yang mampu meningkatkan kebersihan desa sekaligus kesejahteraan ekonomi warganya. (Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Serang Hentikan Sementara Uji Coba Kiriman Sampah Tangsel

Daerah

Berhasil Jalankan Transformasi Digital, Dirut PLN Dianugerahi The Most Reputable CEO in Digital Platform

Daerah

Pemkab Bogor Hentikan Pengelolaan Sampah dari Tangsel, Ini Alasannya

Daerah

Kadis LHK Banten Berbagi Bersama 42 Yatim

Daerah

Kota Serang Dikepung Jalan Rusak, Wali Kota Diminta Genjot Pembangunan

Daerah

Masuk Empat Besar di MTQ XXII Banten, Pembina Tilawah: Cilegon Juare

Daerah

Apresiasi Kampung Bebas Narkoba, Syafrudin : Berantas Narkoba Tugas Bersama

Daerah

19 Rumah Tidak Layak Huni di Pandeglang Dibantu Baznas Banten