BagusNews.Co – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, 8.740 orang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sepanjang tahun 2023.
Menyikapi tingginya kasus ISPA di ibukota Provinsi Banten, politikus Partai NasDem Kota Serang Wibowo mendesak Pemkot Serang segera membuka posko-posko kesehatan agar masyarakat dapat dengan mudah memeriksa kondisi kesehatannya.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Pemkot harus segera melakukan tindakan, jangan menunggu korban lebih banyak baru bertindak,” kata Wibowo kepada wartawan, Selasa, 5 September 2023.
Mantan Ketua IJTI Provinsi Banten ini melanjutkan, dengan adanya posko-posko kesehatan, setidaknya Pemkot Serang dapat mencegah masyarakat terpapar ISPA. Sedangkan masyarakat yang sudah terpapar ISPA dapat diobati.
“Posko kesehatan itu tidak hanya untuk mencegah, tapi juga mengobati masyarakat yang sudah terkena ISPA,” tegasnya.
Caleg Nasdem Kota Serang Dapil 1 ini menambahkan, Pemkot Serang harus belajar dari dari daerah lain seperti Jakarta dan Depok. Kedua daerah yang dekat Kota Serang sudah melakukan berbagai terobosan menyikapi dampak El Nino yang menyebabkan polusi udara.
“Lihatlah Jakarta dan Depok, mereka sudah melakukan WFH untuk mengurangi polusi udara dan jatuhnya korban baru,” ujar Wibowo.
Hingga September 2023, Wibowo menilai Pemkot Serang belum serius menyikapi maraknya kasus ISPA sejak awal tahun 2023.
“Pemkot Serang seperti membiarkan kondisi seperti ini dengan korban terus berjatuhan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, meningkatnya penyakit ISPA di Kota Serang diakibatkan oleh cuaca panas dampak El Nino, sehingga tanah menjadi kering dan menghasilkan debu yang diduga menjadi penyebab tingginya pasien ISPA.
“Penyebab utamanya karena cuaca panas, kemudian membuat stamina menjadi berkurang,” kata Ahmad kepada wartawan usai menghadiri Rapat penanganan dampak El Nino, di Aula Setda Pemkot Serang, Rabu, 30 Agustus 2023.
Ahmad memaparkan, berdasarkan data yang telah di himpun dari Puskesmas yang ada di Kota Serang, jumlah pasien ISPA di Kota Serang fluktuatif. Pada bulan Februari jumlah pasien ISPA mencapai 1.227 pasien, lalu di bulan Maret turun menjadi 911 pasien.
Kemudian kembali terjadi kenaikan di bulan April menjadi 1.046 pasien, lalu turun kembali di bulan Mei menjadi 714 pasien. Pada Juni naik jadi 1.161, Juli mencapai 1.454 dan jumlah tertinggi di bulan Agustus ini sebanyak 2.226 kasus.
“Mayoritas pasien adalah anak-anak,” tuturnya.
Kendati penyakit ISPA menjadi ancaman serius, namun Ahmad membantah bila penyebab utama meningkatnya kasus ISPA lantaran polusi udara seperti di Jakarta dan Tangerang Selatan.
Dikatakan Ahmad, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dalam laporannya mengungkapkan bahwa kondisi udara Kota Serang masih baik dan normal.
“Jadi memang bukan karena polusi kasus ISPA ini meningkat, namun hanya akibat cuaca panas saja yang tinggi,” tegasnya.
Untuk mencegah penyakit ISPA agar tidak semakin meluas di Kota Serang, Dinkes Banten akan segera melakukan kerjasama dengan Diskominfo Kota Serang terkait sosialisasi pencegahan ISPA.
“Jadi nantinya informasi itu bisa langsung nyambung kepada masyarakat melaui SMS blast. Misalnya apa penyebabnya, bagaimana gejalanya dan lain sebagainya,” bebernya. (Red/Misbah)







