Home / Daerah / Hukum dan Kriminal

Selasa, 8 Februari 2022 - 03:43 WIB

Erupsi Anak Krakatau Dan Cuaca Buruk, Kapal Di Selat Sunda Diminta Berhati-hati

BagusNews.Co – Meski Gunung Anak Krakatau (GAK) sudah tidak erupsi sejak Senin hingga hari ini, Selasa 07-08 Februari 2022, kapal yang melintasi Selat Sunda tetap diminta waspada dan berhati-hati. BPTD Wilayah VIII Banten telah berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, Polri, TNI hingga KSOP untuk keselamatan kapal yang berlayar di perairan Selat Sunda.

Erupsi terakhir GAK terjadi hari Minggu, 06 Februari 2022, pukul 10.05 wib, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.500 Mdpl.

“Kami jberkoordinasi dengan Basarnas, BMKG, BPBD, Dishub, KSOP, kepolisian, pelabuhan maupun operator kapal, ini mengenai potensi erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Handjar Dwi Antoro, Selasa (08/02/2022).

Baca Juga :  Mulai 3-7 April 2025, ASDP Berikan Diskon Tarif Penyeberangan hingga 36 Persen

Kemudian, mengenai cuaca ekstrem dan gelombang tinggi antara 1,5 meter hingga 2,5 meter dalam beberapa hari terakhir, Handjar mengurangi jumlah kapal yang beroperasi, dari sebelumnya 31 kapal, menjadi 25 unit saja. Itupun hanya kapal yang dianggap mampu menahan terjangan gelombang tinggi ditengah laut.

Perjalanan dan waktu keberangkatan kapal dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya juga kerap terjadi keterlambatan, jika terjadi cuaca buruk di lautan.

Operator dan nahkoda kapal harus memastikan peralatan keselamatan penumpang maupun awak kapal berfungsi dan tersedia dengan baik. Sebelum berlayar, nahkoda wajib mengeluarkan surat kesanggupan berlayar, sebagai bentuk pertanggungjawabannya menjaga keamanan dan keselamatan penumpang. Para nahkoda wajib memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi BMKG.

Baca Juga :  Al Muktabar Serahkan LKPD Tahun 2022 Kepada BPK Perwakilan Provinsi Banten

Mobil, truk maupun bus yang ada di dalam kapal, wajib di ikat untuk menjaga keseimbangan kapal dan menghindari tubrukan ataupun rubuh dan menimpa kendaraan lainnya.

“Kami juga mengambil sikap, saat ini kapal yang beroperasi untuk sementara dikurangi, melihat kemampuan kapal, kapal yang tidak mampu menahan gelombang sementara tidak kami fungsikan lagi. Biasanya 30 sampai 31, saat ini hanya 25 kapal,” terangnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Banjir Rob Ganggu Usaha Tambak di Kabupaten Serang

Daerah

NTP di Provinsi Banten Maret 2023 Turun 1,67 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya

Daerah

Emak-Emak Purnawirawan Korps Baret Merah dan PPIR Banten Deklarasi Dukung Prabowo Subianto

Daerah

HUT Pandeglang ke-152 di Labuan, Bupati Dewi Tekankan Kesehatan Masyarakat

Daerah

Tanggap Darurat! Ini Deretan Wilayah Penyumbang Sampah Terbesar di Tangerang Selatan

Daerah

Temui Bupati Serang, Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kabupaten Serang Minta UMK 2024 Tak Merujuk PP 51

Daerah

Pemprov Banten Dorong Generasi Muda Dalam Berwirausaha

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tinjau Pemantauan Hilal di UIN SMH Banten