BagusNews.Co- Pilgub Banten 2024 tinggal menghitung hari, peta politik di Provinsi Banten semakin berwarna dengan banyaknya nama tokoh yang masuk bursa calon gubernur dan calon wakil gubernur.
Berdasarkan data KPU Banten, ada 10 partai politik (parpol) yang berhasil lolos ke DPRD Banten hasil Pemilu 2024, yakni Partai Golkar 14 kursi, Partai Gerindra 14 kursi, PDIP 14 kursi, PKS 13 kursi, Partai Demokrat 11 kursi.
Berikutnya PKB 10 kursi, Partai NasDem 10 kursi, PAN 7 kursi, PPP 4 kursi dan PSI 3 kursi.
Namun dari 10 parpol tersebut, tercatat hanya ada enam parpol yang punya jagoan calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten.
Pertama, Partai Golkar yang menyiapkan Airin Rachmi Diany (mantan Walikota Tangsel) sebagai bakal calon gubernur.
Kedua, PDIP yang menyiapkan Rano Karno (mantan Gubernur Banten) sebagai bakal calon gubernur dan Ade Sumardi (mantan Wakil Bupati Lebak sekaligus Ketua DPD PDIP Banten saat ini) sebagai bakal calon wakil gubernur.
Ketiga, Partai Gerindra yang menyiapkan Andra Soni (Ketua DPRD Banten dan Ketua DPD Gerindra Banten saat ini) sebagai bakal calon gubernur.
Keempat, PKS yang menyiapkan Dimyati Natakusumah (mantan Bupati Pandeglang) sebagai bakal calon gubernur.
Kelima, Partai Demokrat yang menyiapkan dua kader sekaligus sebagai bakal calon gubernur. Keduanya yaitu Iti Octavia Jayabaya (mantan Bupati Lebak sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Banten) dan Arief R Wismansyah (mantan Walikota Tangerang).
Keenam, Partai NasDem yang saat ini dipimpin Wahidin Halim (mantan Gubernur Banten).
Pengamat politik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M Zainor Ridho menilai, peta kekuatan Pilgub Banten 2024 bergantung pada hasrat parpol untuk mencalonkan kader terbaiknya.
“Semua parpol akan memasarkan kader terbaiknya, untuk berkontestasi pada Pilgub Banten yang akan datang. Saya kira dengan munculnya banyak tokoh yang masuk bursa cagub/cawagub, akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih calon pemimpin daerah terbaik,” kata Ridho kepada BagusNews.Co, Selasa, 14 Mei 2024.
Ia melanjutkan, banyaknya parpol yang memiliki kader-kader terbaik untuk maju di Pilgub Banten, membuat kompetisi Pilkada 2024 lebih sengit sebelum pendaftaran cagub/cawagub dari jalur parpol dibuka KPU Banten.
“Sangat mungkin untuk tiga pasangan calon di Pilgub Banten 2024. Terlebih bila caleg terpilih hasil Pemilu 2024 tidak ada ketentuan harus mundur bila ikut Pilkada 2024. Meskipun saya pribadi berharap keputusan caleg terpilih tetap harus mundur, agar tidak merusak sistem bernegara kita,” pungkas Ridho. (Red/Dede)







