BagusNews.Co- Pengamat politik dan kebijakan publik Ahmad Sururi menilai Pilgub Banten 2024 berpeluang diikuti oleh tiga pasangan calon (Paslon), seperti Pilgub Banten tahun 2011.
Peluang Pilgub Banten 2024 diikuti tiga paslon, kata Sururi, sangat terbuka lantaran peta kekuatan antar partai politik (politik) di Banten semakin merata hasil Pemilu 2024.
“Melihat dinamika hari ini dengan banyaknya tokoh yang masuk bursa calon gubernur/wakil gubernur, sepertinya Pilgub Banten 2024 berpeluang diikuti lebih dari dua paslon,” kata Sururi kepada BagusNews.Co, Rabu, 15 Mei 2024.
Berdasarkan catatannya, bursa cagub/cawagub 2024 masih didominasi oleh para caleg terpilih hasil Pemilu 2024. Diantaranya Rano Karno (DPR RI), Airin Rachmi Diany (DPRD RI), Wahidin Halim (DPR RI), Andra Soni (DPRD Banten) dan Ade Sumardi (DPRD Banten).
Sementara berdasarkan keterangan KPU RI, para caleg terpilih pada Pemilu 2024 tidak perlu mengundurkan diri saat mendaftar ke KPU Daerah sebagai peserta Pilkada 2024. Sebab yang wajib mengundurkan diri adalah anggota DPR RI/anggota DPRD hasil Pemilu 2019.
“Ini yang menarik pada Pilgub Banten 2024, dimana tahapan pendaftarannya dibuka pada Agustus, lalu penetapan paslon pada September. Sementara pelantikan caleg terpilih hasil Pemilu 2024 dilantik pada 1 Oktober 2024,” beber Sururi.
Bila aturannya demikian, tambah Sururi, hampir pasti semua caleg terpilih ramai-ramai maju di Pilgub Banten 2024 sebagaimana caleg yang gagal terpilih.
Untuk Rano Karno dan Dimyati Natakusumah yang saat ini duduk di DPR RI hasil Pemilu 2019, dan Andra Soni yang saat ini duduk di DPRD Banten, tentu tidak masalah harus mengundurkan diri pada Agustus atau September 2024.
“Sedangkan untuk para caleg terpilih hasil Pemilu 2024, sepertinya harus berharap ada opsi jika kalah di Pilgub Banten maka pelantikan caleg terpilihnya menyusul setelah Pilkada 2024,” ungkapnya.
Apa pun nanti aturan resminya, Sururi menyebut peluang tiga Paslon di Pilgub Banten nanti bisa melahirkan tiga poros koalisi besar. Poros Golkar-Gerindra, poros PDIP dan proses NasDem-PKS.
“Kendati politik itu dinamis dan koalisi Pilpres 2024 tidak terkorelasi terhadap koalisi Pilkada, namun ini bukan tidak mungkin berlanjut di Banten,” ungkapnya.
Bila poros koalisi tersebut disimulasikan, maka poros Golkar-Gerindra bisa mengusung Paslon Airin Rachmi Diany-Andra Soni. Poros PDIP bisa mengusung Paslon Rano Karno-Arief R Wismansyah, dan poros NasDem-PKS bisa mengusung Paslon Wahidin Halim-Dimyati Natakusumah.
Kendati berharap lebih dari dua paslon pada Pilgub Banten 2024, namun Sururi meminta KPU menindaklanjuti putusan MK yang sudah menjelaskan bahwa KPU diminta mempersyaratkan caleg terpilih yang mencalonkan diri sebagai paslon di Pilkada 2024, untuk membuat surat pernyataan bahwa ia bersedia mundur setelah dilantik.
“Ini akan menjadi ujian sekaligus contoh yang baik buat para calon pemimpin daerah, mereka rela berkorban untuk membangun daerahnya,” pungkas Sururi.
Hingga hari ini, belum ada partai politik yang mendeklarasikan koalisi untuk Pilgub Banten 2024. Para tokoh juga masih disibukan dengan penjaringan calon kepala daerah/wakil kepala daerah, serta melakukan safari politik.
Yang terbaru, Arief R Wismansyah hari ini mengunjungi Rano Karno di Kota Tangerang Selatan. Dalam video yang tersebar di media sosial, Rano dan Arief tampak mesra ngerujak bareng dan saling memuji.
Diketahui, pada Pilgub Banten 2011 diikuti tiga paslon, yakni Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno (pemenang), Wahidin Halim-Irna Narulita, Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki.
Sedangkan pada Pilgub Banten 2017 hanya diikuti dua Paslon, yaitu Wahidin-Andika (pemenang) dan Rano-Embay. (Red/Dede)







