Home / Daerah / Nasional / Pendidikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:10 WIB

Bedah Buku Babad Alas Karya Wamendagri Bima Arya di Kota Cilegon

Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat kegiatan bedah buku di aula Setda Kota Cilegon l Dok, Arise

Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat kegiatan bedah buku di aula Setda Kota Cilegon l Dok, Arise

BagusNews.Co – Pemkot Cilegon menggelar kegiatan bedah buku “Babad Alas” karya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di aula Setda Kota Cilegon.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi mengenai kepemimpinan, pembangunan daerah, hingga pengelolaan pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, Ketua DPRD Kota Cilegon, jajaran Forkopimda, ASN Pemerintah Kota Cilegon, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri di Kota Cilegon.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi momentum berbagi pengalaman dan gagasan pembangunan yang dapat diterapkan di Kota Cilegon.

“Pak Wamen tentunya kami ucapkan selamat datang kembali di Kota Cilegon. Kami sangat berharap masukan, pandangan, dan pengalaman yang pernah diterapkan di Kota Bogor dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan di Kota Cilegon,” ujar Robinsar dalam rilis yang diterima bagusnews.co pada Kamis, 21 Mei 2026.

Robinsar menjelaskan, Pemkot Cilegon saat ini terus mengimplementasikan kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana arahan pemerintah pusat.

Menurutnya, langkah efisiensi telah dilakukan sejak awal masa kepemimpinannya, bahkan sebelum adanya kebijakan pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD).

Masih dikatakan Robinsar, saat awal menjabat, Pemkot Cilegon menghadapi defisit anggaran hingga Rp135 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penghematan terhadap belanja yang dinilai tidak prioritas.

Baca Juga :  Gerakan Kader Gerindra Menyala, Dukungan untuk Andra Soni Menguat

“Perjalanan dinas, honor-honor yang tidak perlu, belanja makan minum berlebihan hingga kegiatan seremonial sudah kami kurangi. Prinsipnya, anggaran harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Robinsar menambahkan, efisiensi tersebut kemudian diarahkan untuk memperkuat sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Ia mencontohkan kebijakan realokasi anggaran pendidikan dasar yang sebelumnya lebih banyak terserap untuk kegiatan seremonial.

“Dari anggaran nonpegawai sekitar Rp20 miliar lebih, sebelumnya hanya Rp8 miliar untuk infrastruktur sekolah. Kini kami arahkan sekitar Rp18 miliar untuk kebutuhan infrastruktur pendidikan dan hanya Rp2 miliar untuk kegiatan seremonial. Jadi manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Robinsar juga menyampaikan komitmennya dalam mempercantik wajah Kota Cilegon melalui penataan trotoar dan ruang terbuka publik.

Orang nomor satu di Kota Cilegon ini menargetkan perbaikan kawasan pedestrian dari ruas Cilegon Timur hingga Landmark Kota Cilegon agar lebih ramah bagi masyarakat.

“Kami ingin wajah Kota Cilegon semakin tertata, nyaman, dan indah. Taman-taman akan dibenahi dan trotoar diperbaiki agar masyarakat memiliki ruang publik yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus penulis buku “Babad Alas”, Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Robinsar.

Ia menilai fokus pembangunan yang diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat merupakan langkah yang tepat.

Baca Juga :  Program Bahasa Korea Resmi Diluncurkan, Pemkot Cilegon dan PT Krakatau Posco

“Saya melihat Pak Wali Kota sudah melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan. Saya juga melihat ada ikhtiar untuk membangun konsep pembangunan Cilegon yang sesuai dengan identitas daerah dan harapan warga,” ujar Bima Arya.

Lebih lanjut Bima Arya berpesan, kepemimpinan daerah tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik semata, melainkan harus dibangun di atas nilai-nilai yang kuat dan berpihak kepada masyarakat.

“Pesan utama dari buku ini adalah memimpin harus dengan nilai. Jangan hanya terjebak pada kalkulasi politik, tetapi harus ada nilai yang diperjuangkan setiap hari demi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut mendorong pemerintah daerah untuk terus menjalankan pengelolaan anggaran secara sehat, efektif, dan efisien di tengah tantangan fiskal daerah.

Menurutnya, efisiensi bukan sekadar pengurangan anggaran, tetapi bagaimana melakukan realokasi untuk sektor yang benar-benar prioritas.

Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk mulai membuka peluang pembiayaan alternatif di luar APBD melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun optimalisasi aset daerah.

Selain membedah isi buku “Babad Alas”, kegiatan tersebut juga menjadi forum dialog terbuka mengenai tata kelola pemerintahan, pembangunan kota, penguatan literasi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Selama Ramadan Satpol PP Kota Serang Tertibkan Pedagang Kaki Lima di Pasar Lama

Daerah

Pembangunan Alun-Alun Kota Serang Dimulai Maret 2026, Sedot Anggaran Rp48,6 Miliar

Daerah

Ketua DPRD Pandeglang Sidak ke TPA Bangkonol

Daerah

Program Reforma Agraria Berikan Kepastian Hukum Kepemilikan Tanah

Daerah

Waspada DBD, Dinkes Kota Serang Ajak Warga Gotong Royong Jaga Kebersihan Lingkungan

Daerah

Daftar ke KPU, Berkas Persyaratan Andika-Nanang Dinyatakan Lengkap

Daerah

Jamin Pasokan Listrik Selama Ramadan, PLN UID Banten Buka 60 Posko Siaga

Daerah

Di Forum ASEAN-Indo-Pacific, Dirut PLN Suarakan Kolaborasi Global Wujudkan Transisi Energi