Home / Daerah

Kamis, 20 Oktober 2022 - 22:18 WIB

Workshop Seni Rupa Mural Ramaikan Pekan Kebudayaan Daerah Banten 2022

BagusNews.Co – Pekan Kebudayaan Daerah Banten pada hari kedua di Gedung Juang, Kota Serang, Kamis (20/10/2022) diisi oleh workshop seni rupa mural.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melalui Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Taman Budaya dan Museum ini dimeriahkan oleh para pelajar.

Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Nasuhi mengatakan, gelaran pekan kebudayaan Banten 2022 hari kedua ini diisi oleh workshop seni rupa mural.

Workshop seni rupa mural pada pekan kebudayaan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari pelajar SLTA se-Provinsi Banten.

Sebelumnya Nasuhi mengatakan, jika pekan kebudayaan Banten 2022 ini merupakan upaya untuk melestarikan seni budaya daerah di Provinsi Banten

Tak hanya itu kata dia, pekan kebudayaan juga bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan seni budaya daerah melalui pengembangan seni budaya daerah dan pemanfaatan seni budaya daerah.

Baca Juga :  Mahasiswa Unsera dan Komnas Perlindungan Anak Sosilasisasi Anti Bullying di SMK

“Dan mensosialisasikan ragam seni budaya daerah provinsi Banten bagi pelajar, komunitas pelaku seni budaya dan masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara itu, seniman senior yang ditunjuk sebagai narasumber workshop seni rupa mural, Edi Bonetski mengungkapkan, sesi workshop seni mural ini dihadiri oleh siswa siswi pilihan di setiap sekolahnya.

“Workshop ini untuk mendapatkan pengetahuan seni mural, bagaimana memfungsikan mural sebagai bentuk kesadaran seni baru, media baru di dinding dengan cara memberikan materi yang mudah dimengerti dan dipahami. Seni mural ini dapat dilakukan dengan mudah di mana pun dan oleh siapapun,” ungkapnya.

Bagi Edi, seni mural ini juga bisa dilakukan oleh semua orang, tidak hanya seorang seniman saja.

Edi juga mengatakan, seni mural ini banyak sekali ditemukan pada zaman dahulu, seperti seni mural revolusi. Oleh karena itu mural menjadi alat perjuangan saat Banten melawan kolonialisme.

Baca Juga :  Inspektorat Pemprov Banten Harapkan OPD Merumuskan Daftar Risiko Pengelolaan Anggaran

Ia menyebut, Kesultanan Banten melakukannya dalam bentuk kaligrafi tulisan dinding yang bernuansa Arab pegon.

Edi berharap, dengan adanya workshop seni mural ini para siswa mendapatkan pengetahuan baru.

“Mereka menjadi bertindak dengan kesadaran tubuh bahwa mural itu mudah dilakukan dan untuk bahan-bahannya pun tidak harus mahal melainkan bisa dimulai di lingkungan rumah dengan membuat seni mural di tembok,” tuturnya.

“Isinya bisa berupa kesadaran membuang sampah, mengajak untuk rukun warga, dan menciptakan lingkungan anak yang ramah. Dan ini harus dibangun sejak usia dini atau usia remaja,” sambungna.

Selain diberikan pengetahuan tentang seni mural, para siswa juga diberikan pelatihan dan praktek untuk membuat seni mural. ***

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Ikuti Ratas Penangan Stunting

Daerah

Lab Humanity Laporkan Loker RS Cilograng dan Labuan Ke Kemenaker

Daerah

Padarincang Terendam, Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor

Daerah

Dorong Peningkatan Peran Kampung Siaga Bencana, Dinsos Banten Gelar Peningkatan Kapasitas Pengurus KSB

Daerah

Cak Nawa Sebut DPAC Menjadi Ujung Tombak Kekuatan Partai Demokrat di Kabupaten Tangerang

Daerah

Sungai Cilemer Meluap, Banjir Kembali Melanda Patia Pandeglang

Daerah

Bangun Kantor Pusat Bank Banten di Kota Serang, Pemprov Gelontorkan Dana Rp22,6 Miliar

Daerah

Tingkatkan Pelayanan Keamanan, Polresta Tangerang Lakukan Regenerasi Kepemimpinan