Home / Hukum / Hukum dan Kriminal

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:15 WIB

Tersangka Kecelakaan Maut Jadi Staf Ahli Bupati, Polres Pandeglang: Pelantikan Tak Hentikan Jerat Hukum

Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Senna Indiarto saat memberikan keterangan terkait kasus kecelakaan maut Sukaratu pada Jumat, 29 Mei 2026 | Dok. Guntur-BNC

Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Senna Indiarto saat memberikan keterangan terkait kasus kecelakaan maut Sukaratu pada Jumat, 29 Mei 2026 | Dok. Guntur-BNC

BagusNews.Co – Peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) maut yang merenggut dua nyawa di Jalan Lintas Timur AMD, tepatnya di depan SD Negeri 5 Sukaratu, Pandeglang, pada Kamis, 30 April 2026 lalu masih menyita perhatian publik. Sorotan semakin tajam menyusul fakta bahwa pengemudi yang terlibat, Ahmad Mursidi, ternyata adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yang baru saja dilantik sebagai staf ahli bupati. Meskipun menduduki jabatan baru, Polres Pandeglang menegaskan proses hukum terhadapnya akan tetap berjalan tanpa hambatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pandeglang AKP Senna Indiarto pada Jumat, 29 Mei 2026 mengonfirmasi kasus kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya ini telah memasuki tahap penyidikan. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikirimkan kepada Kejaksaan, dan Ahmad Mursidi secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka. “Untuk saat ini proses penyidikan sudah naik ke tahap penyidikan dan SPDP sudah dikirimkan ke Kejaksaan. Saudara AM juga sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Senna.

Baca Juga :  BNN Banten Amankan 2 Pengedar dan 21 Kg Lebih Sabu

Kronologi kejadian yang dipaparkan oleh AKP Senna, menceritakan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Kendaraan Toyota Innova hitam bernomor polisi A 1633 BF yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi, melaju dari arah Kadomas menuju Cipacung. Di depan SDN Sukaratu 5, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, kendaraan tersebut diduga hilang kendali dan keluar dari jalurnya ke bahu jalan sebelah kanan. Akibatnya, mobil tersebut menabrak sepeda motor Honda Revo hitam bernomor polisi A 6441 PX yang sedang berhenti, serta sejumlah siswa SDN Sukaratu 5 yang sedang beristirahat di tepi jalan, dan seorang pedagang. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan dan segera dievakuasi ke RSUD Berkah Pandeglang.

Baca Juga :  Al Muktabar Salurkan Bansos dan UEP untuk Masyarakat Kota Cilegon

Senna menambahkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka Ahmad Mursidi mengaku mengalami kehilangan kesadaran atau “blank” saat mengemudi. “Yang bersangkutan pada saat mengemudi sempat hilang kesadaran atau blank sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan,” jelasnya. Pengakuan ini menjadi dasar penyidik dalam mendalami faktor penyebab kecelakaan.

Menyikapi pelantikan tersangka sebagai Staf Ahli Bupati, Senna menegaskan hal tersebut tidak akan mempengaruhi jalannya proses hukum. “Proses hukum tetap berjalan. Pelantikan yang bersangkutan sebagai Staf Ahli Bupati tidak menjadi kendala dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas ini. Teknis pelantikan itu merupakan kewenangan Pemkab Pandeglang,” tegasnya.

Tersangka Ahmad Mursidi kini dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas, yang ancaman hukumannya bisa mencapai maksimal 6 tahun penjara. Jerat pasal ini mencerminkan keseriusan hukum terhadap kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa dan luka-luka. (Red/Guntur)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Insiden Pengeroyokan terhadap Wartawan, Polda Banten Amankan Dua Anggota Brimob

Daerah

Habis Kesabaran, Pemkot Serang Putus Aliran Listrik PKL Stadion Maulana Yusuf

Hukum dan Kriminal

Polres Serang Bongkar Sindikat Pencurian Modus Ganjal ATM

Hukum dan Kriminal

Takut Razia Polisi, Seorang Pemuda Ditangkap Karena Membawa Ratusan Butir Obat Terlarang

Daerah

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti Kejahatan dari 88 Perkara

Daerah

Blokir Pintu Masuk Tol Cilegon Timur, Mahasiswa: Malu Punya Gubernur yang Tidak Tegas

Daerah

DLH Kabupaten Serang Temukan Ketidaksesuaian Dokumen dan Kondisi Fisik PT STS

Daerah

Pasca Ikuti Arahan Presiden, Polda Banten Segera Laksanakan Operasi Yustisi Penegakan Prokes