BagusNews.Co – Selain kekurangan air bersih, para petani di Kota Serang juga terancam gagal panen lantaran ratusan hektar sawah dilanda kekeringan dampak El Nino.
Menyikapi ancaman gagal panen, Pemkot Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) menyiapkan sejumlah bantuan untuk mengatasi sawah yang kekeringan selama musim kemarau.
Menurut Kabid Pertanian dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang Andriani, ada 115 hektar sawah yang mengalami kekeringan dengan kategori kekeringan ringan, sedang, berat di Kota Serang.
“Untuk kekeringan ringan sekira 78 hektar, sedang delapan hektar, dan berat 11 hektar. Sementara yang gagal panen atau puso sudah 18 hektar,” kata Andriani kepada wartawan, Rabu, 30 Agustus 2023.
Ia melanjutkan, 18 hektar sawah yang mengalami gagal panen semuanya berada di Kecamatan Kasemen.
“Dengan rincian 15 hektar itu puso ada di Bendung, Sawah Luhur dua hektar, dan Kilasah satu hektar,” tutur Andriani.
Untuk mencegah terjadinya gagal panen di 115 hektar sawah yang dilanda kekeringan, lanjut Andriani, pihaknya segera melakukan pompanisasi.
“Persawahan yang dilanda kekeringan hampir merata disemua kecamatan yang ada di Kota Serang,” ungkapnya.
Saat ini, tambah Andriani, DKP3 Kota Serang akan menyalurkan bantuan seperti benih dan mesin pompa air.
“Selain melakukan pemetaan dan identifikasi, kami juga mengupayakan akan menyalurkan bantuan benih. Kemudian mobilisasi alat mesin pompa air, apabila sawahnya mulai terindikasi mengalami kekeringan dan juga aka melakukan pengendalian bila mana ada gangguan hama dan penyakit,” pungkasnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat ada 2.263,5 hektar sawah mengalami kekeringan sehingga terancam gagal panen di Provinsi Banten.
Persawahan yang paling parah dilanda kekeringan berada di Kabupaten Serang mencapai 1.079 hektar, disusul Kabupaten Tangerang 563,5 hektar, Kabupaten Pandeglang 341 hektar, Kabupaten Lebak 165 hektar, dan Kota Serang 115 hektar. (Red/Misbah)







