BagusNews.Co – DPRD Kota Serang menilai banyaknya warga Kota Serang yang tidak memiliki pekerjaan, lantaran Kota Serang sangat minim investasi yang dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, tingginya angka pengangguran disebabkan karena kurangnya promosi serta kepekaan eksekutif terhadap ruang investasi yang masuk ke Kota Serang.
Sehingga, kata Budi, hal itu berdampak pada jumlah pengangguran yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, serta menjadikan Kota Serang menduduki peringkat ke empat se Provinsi Banten.
“Sejak awal saya sudah katakan, investasi dan menarik investor itu penting. Karena dapat memengaruhi dan berdampak pada persoalan kesejahteraan masyarakat. Terutama masalah pengangguran di Kota Serang yang sekarang jumlahnya cukup tinggi,” ungkap Budi Rustandi, Selasa 14 November 2023.
Budi menjelaskan, investasi merupakan salah satu kunci pemerintah daerah dalam menuntaskan permasalahan tingginya angka pengangguran.
“Angka pengangguran itu kuncinya ada pada investasi. Makanya saya selalu mendorong untuk itu, supaya Pemkot Serang bisa memudahkan kepengurusan perizinan dan mempromosikan daerah melalui berbagai program-program yang kemudian bisa menarik para investor untuk masuk ke Kota Serang ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan seharusnya Pemkot Serang bisa mempromosikan sejumlah potensi yang ada di Kota Serang, agar para investor masuk ke Kota Serang. Apalagi Pemkot Serang sudah mengesahkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk mendukung masuknya investasi masuk.
“Harusnya dengan disahkanya RTRW yang baru itu dapat membuka ruang bagi para investor masuk ke Kota Serang. Serta di dukung oleh Pemkot Serang untuk mengimplementasikan aturan itu melalui berbagai program-program tentu melalui dinas terkait,” bebernya.
Selanjutnya, Budi berharap agar Pemkot Serang dapat turun langsung ke lapangan guna mengecek dan memastikan kendala atau permasalahan yang terjadi, baik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait maupun secara teknis di lapangan.
“Kalau turun langsung kelapangan itu kan enak, bisa tau kendalanya seperti apa, dan kenapa investor tidak mau masuk ke sini. Bukan hanya sekedar membuat aturan lalu membiarkan begitu saja, tanpa ada kepastian yang dilakukukan oleh eksekutif nya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Budi juga mempertanyakan terkait anggaran penanganan atau penanggulangan pengangguran Disnakertrans Kota Serang, yang angkanya tidak sepadan dengan jumlah yang harus diakomodir. Sehingga, persoalan tersebut tidak dapat dituntaskan secara berkala.
“Soal anggaran ada pada eksekutif. Kenapa Pemkot Serang memberikan anggaran yang minim untuk penanganan pengangguran. Seharusnya, kepala daerah bisa melakukan kajian dan evaluasi terhadap itu. Karena itu menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Budi, penanganan pengangguran lebih penting dibandingkan anggaran sosialisasi yang sifatnya seremonial, yang seharusnya Pemkot Serang dapat memahami itu dan menyusun program yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakatnya.
“Kalau kami DPRD tidak bisa menganggarkan untuk itu, sebab, kami hanya sifatnya pengawasan, dan itu harus menjadi atensi kami bersama,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang Moch Poppy Nopriadi mengatakan, pengangguran di Kota Serang meningkat, lantaran di pengaruhi oleh jumlah penduduk di Kota Serang yang terus mengalami peningkatan, di tambah minimnya lapangan pekerjaan.
“Jadi memang jumlah penduduk di Kota Serang ini sangat banyak, apalagi kalau harus di akomodir semua para pencari kerjanya itu gak bakalan tertampung,” ucapnya.
Dikatakannya, Disnakertrans Kota Serang setiap tahun memiliki program untuk penanggulangan atau penanganan penurunan jumlah pengangguran. Namun hal itu terbatas, karena jumlah anggaran tidak memadai dalam melaksanakan program-program tersebut, terutama pemberian pelatihan kewirausahaan yang sampai saat ini hanya mampu menyediakan kurang dari 100 orang.
“Kami pun harus jujur. Seberapa jauh program yang dilaksanakan dan dampaknya seperti apa, bayangkan, 50 ribu lebih pengangguran yang tercatat. Disnaker hanya mampu memberikan pelatihan kompetensi hingga job recrutment kurang dari 100 orang per tahunnya. Tentu, tidak akan cukup berdampak, dengan jumlah lulusan yang terus meningkat,” pungkasnya.(Red/Misbah)







