BagusNews.Co – Berdasarkan data Dinas Kesehat (Dinkes) Kota Serang, jumlah kasus stunting di Kota Serang sebanyak 1.274 anak. Dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang, kasus stunting paling banyak ditemukan di Kecamatan Serang dan Kecamatan Kasemen.
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasan merinci, jumlah kasus stunting di Kecamatan Serang mencapai 494 anak, Kecamatan Kasemen 403 anak, Kecamatan Curug 181 anak, Kecamatan Taktakan 111 anak, Kecamatan Walantaka 49 anak, dan Kecamatan Cipocokjaya 36 anak.
“Ini hingga awal Januari 2024. Jadi memang yang paling banyak itu ada di Kecamatan Serang dan Kecamatan Kasemen,” kata Amad Hasan, kepada wartawan, Rabu, 17 Januari 2024.
Menurut Hasan, salah satu penyebab kasus stunting akibat pola asuh anak yang keliru karena tidak memperhatikan kondisi kesehatan anak-anaknya.
“Misalnya saat pemberian makan, si anak diberi makan asal-asalan. Nah itu harus diperhatikan kesehatannya, jangan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Hasan berharap kepada para orang tua untuk lebih konsen memeriksa kondisi kesehatan anak-anak nya ke Posyandu.
“Jadi kalau mereka rajin ke posyandu, minimal anak-anak secara kesehatan nya bisa terkontrol. Kemudian bisa mendapatkan vitamin dan bisa di berikan makanan tambahan atau bisa mendapatkan bantuan juga,” tandasnya.
Sebelumnya, Pj Walikota Serang Yedi Rahmat mengajak semua pengusaha dan ASN untuk ikut terlibat aktif menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting di Kota Serang.
“Jadi kami mengajak semua ASN di Pemkot Serang dan para pengusaha yang ada di Kota Serang, untuk menjadi orang tua asuh bagi mereka, Insya Allah setiap bulan kami akan menyisihkan sebagian rezeki begi mereka,” katanya. (Red/Misbah)







