BagusNews.Co – DPRD Kota Serang mengaku prihatin atas tingginya kasus Angka Kematian Bayi (AKB) dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Serang pada 2023 mencapai 63 orang, jumlah itu naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 32 kasus. Padahal pada tahun 2021, jumlah AKB di Kota Serang hanya 13 kasus.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Serang Muhtar Effendi, naiknya AKB di Kota Serang menjadi catatan serius bahwa Pemkot Serang kurang serius dalam penanganan kasus AKB dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang melahirkan.
“Artinya ini masalah serius kalau bertambah dua kali lipat, semua pihak harus memaksimalkan perannya terutama Dinas Kesehatan,” kata Muhtar kepada wartawan, Kamis, 25 Januari 2024.
Muhtar melanjutkan, perlu ada pembinaan yang berkelanjutan terhadap tenaga kesehatan di Kota Serang dalam menangani balita dan ibu melahirkan. Jangan sampai, kata dia, tenaga kesehatan tidak mengerti dalam menangani ibu melahirkan.
“Dinas kesehatan harus lebih maksimal dalam penanganan yang melahirkan, harus memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang,” bebernya.
Muhtar juga menekankan kepada Dinkes Kota Serang terkait pentingnya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama dalam hal menjaga pola hidup yang sehat, terutama kepada ibu yang sedang hamil.
“Kesadaran masyarakat harus dioptimalkan, jangan menganggap remeh hal ini, terlebih kepada ibu-ibu muda yang hamil pertama,” urainya.
Tidak hanya itu, kata Muhtar, sangat penting Pemkot Serang berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dalam penanganan dan pencegahan kematian ibu dan anak.
“Harus ada pemberdayaan jangan sampai program itu selesai, harus ada pemberdayaan masyarakat apalagi anggaran juga ada sudah jelas, itu sangat penting. Jangan sampai kurang optimal karena sudah kita dorong secara maksimal,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin mengakui bahwa pihaknya selama ini belum maksimal dalam penanganan kematian ibu dan anak.
“Dengan adanya kritikan dari anggota dewan, kami tidak memungkiri karena ada peningkatan. Namun, itu tugas kita semua jadi bukan hanya semata-mata tugas Dinas Kesehatan,” katanya
Ke depan, kata Hasan, pihaknya akan meningkatkan kelas edukasi untuk para ibu hamil yang ada di Kota Serang dan memaksimalkan Audit Maternar Perinatal (AMP).
“Itu yang harus dilakukan, kemudian juga sosialisasi medis dan kesehatan juga harus ditingkatkan. Upaya-upaya itu tentunya memberikan sumbangsih untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang,” jelasnya.
Kemudian, Hasan juga mengajak kepada seluruh stakeholder untuk berkerja sama dalam penurunan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang.
“Hayuk kita sama-sama untuk menurunkan angka itu,” pungkasnya. (Red/Misbah)







