Home / Daerah

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:46 WIB

Langganan Banjir, Pj Walikota Serang Yedi Rahmat Ungkap Penyempitan Sempadan Sungai Pokok Permasalahannya

BagusNews.Co – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat tinjauan lokasi banjir yang terjadi di RT 01 RW 07 Komplek Untirta Indah Permai, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu, 28 Februari 2024.

Yedi Rahmat mengatakan, berdasarkan informasi yang di peroleh dari warga setempat, bahwa banjir yang terjadi di Komplek Untirta itu sudah cukup lama, bahkan dari tahun 1998.

“Jadi sebenarnya banjir disini dari tahun 1998 dan ini sudah sangat cukup lama. Kenapa dari tahun 1998 tidak bisa di selesaikan rupanya ada penyempit sempadan sungai,” katanya.

Atas dasar itu, lanjut Yedi, pihaknya akan segera menyiapkan tim untuk segera menindak lanjuti dan akan melakukan pembongkaran di sejumlah titik yang mengalami penyempitan sepadan sungai di hulu sampai hilir.

“Jadi itu harus di bongkar, karena kalau selamanya di biarkan, maka itu akan terus-menerus berlanjut banjir. Dan kami akan coba melakukan pembenahan, namun akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rano Alfath Harap Pemprov Banten Siapkan Antisipasi Dampak Dari Prediksi Cuaca Buruk

Yedi menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi peyebab terjadinya banjir di Kota Serang. Pertama persoalan sampah, kedua adanya sedimentasi atau pendangkalan saluran air dan banyaknya bangunan liar.

“Maka saya imbau kepada masyarakat Kota Serang agar sama-sama menjaga lingkungannya. Terutama tidak membuang sampah sembarangan, kemudian tidak mendirikan bangun liar di sempadan sungai. Karena kalau bukan kita yang merawat dan menjaga ya siapa lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan menambahkan, dalam menangani persoalan banjir di Kota Serang diperlukan kerjasama yang di bangun, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Jadi kalau satu-satu memang susah, tapi kalau bersatu itu bisa saling menjaga. Kalau kata pak Pj, harus sama-sama terlibat, dari mulai pemerintah sampai dengan masyarakat. Karena kalau kita membangun, tapi kalau tidak di rawat, ya susah juga,” katanya.

Baca Juga :  Politisi PDI Perjuangan Ida Rosida Lutfi Diprediksi Kembali Duduk di Kursi DPRD Banten

“Apalagi bicara soal faktor penyebab banjir tadi itu, akibat banyaknya bangun liar, penyempitan sepadan sungai dan juga sampah. Nah itu kembali lagi ke kesadaran semuanya,” tambahnya.

Diat menuturkan, terkait korban akibat banjir yang terjadi tidak ada, namun yang terdampak ada dua RT.

“Kalau korban memang tidak ada, tapi kalau yang terdampak secara materil itu ada 20 rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Komplek Untirta Indah Permai Yono, membenarkan jika banjir yang terjadi di lingkungannya sudah cukup lama dari tahun 1998.

Bahkan, dirinya mengaku sudah mengusulkan terkait kondisi yang terjadi kepada pihak Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Serang. Akan tetapi sampai saat ini masih belum ada tindakan.

“Memang kita sudah usulkan beberapa kali, tapi sampai saat ini belum ada tindakan. Entah tidak ada anggarannya, atau seperti apa, yang jelas kita sudah sering melaporkan dan mengusulkan,” tutupnya.(Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Maknai Hari Raya Idul Fitri, Mulyanto : Awal Melangkah Dengan Lebih Semangat

Daerah

14 Tahun Komunitas BJS Konsisten Lestarikan Bahasa dan Kuliner Khas Kota Serang

Daerah

Konsisten Terapkan K3, PT Indo Raya Tenaga Raih 3 Penghargaan dari Pemprov Banten

Daerah

Welcome Dinner Peserta HPN 2026, Walikota Serang: Pers Mitra Strategis Pembangunan

Daerah

KPU Mulai Lakukan Rekapitulasi Penghitungan Suara di Tingkat Kabupaten/Kota

Daerah

Hari Pertama Pornas, Banten Unggul di Tiga Cabor

Daerah

Pandeglang Perkuat Komitmen Pengembangan Geopark dalam Forum Nasional di Jakarta

Daerah

Andra Soni Harap Generasi Muda Terus Tumbunkan Jiwa Kepemimpinan dan Disiplin