Home / Daerah

Senin, 5 Januari 2026 - 15:06 WIB

Aroma Busuk dan Kemacetan, Gunungan Sampah Depan Pasar Cimanggis Jadi Momok Warga Ciputat

Gunungan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) l Dok. Dwi MY-BNC

Gunungan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Warga dan pengguna jalan di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali dihadapkan dengan gunungan sampah yang menumpuk di depan Pasar Cimanggis.

Tumpukan sampah itu tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Kondisi itu diketahui sudah terjadi berulang kali sehingga menimbulkan kekecewaan dan desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel segera mengambil tindakan tegas.

Pantauan di lokasi pada Senin, 5 Januari 2026, menunjukkan bahwa sampah telah menggunung hingga menutupi separuh badan jalan.

Para pengendara motor yang melintas terpaksa harus menutup hidung akibat aroma busuk yang menyengat, menciptakan ketidaknyamanan yang signifikan.

“Ini sih ganggu banget. Kesehatan kita misalnya bisa terganggu,” ujar Rahmat, salah satu pengendara motor yang rutin melintasi area tersebut.

Baca Juga :  Sekda Kabupaten Serang Ungkap Upaya Penertiban Truk ODOL dan Status Izin Tambang

Ia menambahkan bahwa aktivitas pengguna jalan di sekitar Kecamatan Ciputat sangat terganggu oleh keberadaan gunungan sampah itu.

Rahmat, yang setiap hari melewati jalan tersebut, menyuarakan harapannya agar Pemkot Tangsel segera bertindak.

“Bau sampah di situ menyengat, mesti cepat diangkut,” tegasnya.

Laju kendaraan yang melintas dari arah Pamulang dan Kota Depok atau Kabupaten Bogor menuju Ciputat serta Pasar Jumat, Jakarta Selatan, terpaksa harus melambat, menyebabkan kemacetan dan penundaan waktu tempuh.

Diketahui, munculnya kembali gunungan sampah di depan Pasar Cimanggis ini bukanlah kejadian pertama sejak polemik sampah ramai dibicarakan di Kota Tangsel.

Baca Juga :  Diduga Kampanyekan Andra-Dimyati, Ketua Apdesi Lebak Diperiksa Bawaslu

Sebelumnya, telah dilakukan dua kali pengangkutan sampah. Pengangkutan pertama dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, tengah malam hingga Rabu dini hari.

Disusul pengangkutan kedua pada Senin, 29 Desember 2025, tengah malam hingga Selasa dini hari. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara karena gunungan sampah kembali timbul dan mengancam kenyamanan warga.

Warga berharap agar penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sporadis, melainkan ada solusi jangka panjang yang mampu mencegah terulangnya kejadian serupa.

Keberadaan gunungan sampah yang terus-menerus bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penyebaran penyakit melalui vektor seperti lalat dan tikus, serta polusi udara akibat bau tak sedap. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Pilkada Banten 2024, Abdillah Gantikan Dedi Pimpin Aliansi BEM Serang Raya

Daerah

Percepatan Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Pandeglang Terkendala SDM, Ini Solusinya

Daerah

Usai Dikunjungi Prabowo dan Gibran, Ulama Banten Ini Tetap Dukung Ganjar Pranowo

Daerah

Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia Gelar Touring Kota Tangerang-Lebak

Daerah

Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024, Bawaslu Kota Serang Gandeng Jurnalis

Daerah

Dindikbud Kabupaten Serang Hanya Akan Perbaiki 20 Ruang Kelas Rusak Berat, Sisanya Minta Bantuan Pusat

Daerah

Paket MBG di Kota Serang Dikemas Lebih Praktis Selama Ramadan

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Terus Merawat Keberagaman