BagusNews.Co – Perhelatan City Sanitation Summit (CSS) XXII Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) tahun 2024, berlangsung lancar dan sukses di Kota Cilegon, Provinsi Banten.
Tahun depan, City Sanitation Summit XXIII akan dilaksanakan di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Hal itu terungkap saat penutupan acara CSS 2024 di Ballroom The Royale Krakatau Hotel Cilegon, Rabu, 8 Mei 2024.
“Kami sangat berterima kasih kepada Wali Kota Cilegon yang sekaligus Sekretaris Umum AKKOPSI, Pak Helldy Agustian, serta semua pihak yang telah berperan serta dalam menyukseskan CSS XXII AKKOPSI tahun 2024 di Kota Cilegon, Banten, ” kata Ketua Umum AKKOPSI sekaligus Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.
Penutupan CSS 2024 di Kota Cilegon diakhiri dengan penyerahan pataka secara simbolis dari Pemkot Cilegon sebagai tuan rumah CSS ke-XXII kepada Pemkot Ternate, yang akan menjadi tuan rumah untuk CSS XXIII AKKOPSI tahun 2025 mendatang.
Ibnu Sina dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, atas kesuksesan penyelenggaraan CSS XXII AKKOPSI tahun 2024.
“Acara ini telah memberikan banyak pengalaman berharga bagi semua anggota AKKOPSI, dan kami berharap dapat bertemu kembali di Kota Ternate. Semoga Kota Ternate dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut isu-isu sanitasi yang menjadi perhatian utama,” ungkap Ibnu Sina.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Sina juga menyoroti pentingnya memperhatikan wilayah Indonesia Timur melalui pemilihan Kota Ternate sebagai tuan rumah CSS XXIII AKKOPSI tahun 2025.
“Perubahan tidak hanya harus terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga di wilayah-wilayah lain seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua. Melalui acara ini, kami berharap dapat lebih merangkul masyarakat Indonesia dalam menjaga sanitasi yang aman dan layak,” tuturnya.
Masih dikatakan Ibnu Sina, AKKOPSI terus berkomitmen untuk mendorong sanitasi berbasis masyarakat sebagai solusi efektif dalam mengatasi tantangan sanitasi yang berbeda di setiap wilayah.
“Kami berkomitmen untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih, dimulai dari tingkat keluarga. Dan kami percaya bahwa perubahan perilaku ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (Red/Dede/Ris)







