Home / Daerah / Health

Kamis, 6 Juni 2024 - 15:39 WIB

Pemkot Serang dan Ditjen P2P Kemenkes Kunjungi Satu Keluarga Terjangkit Kusta di Kasemen

BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, bersama Direkatoral Jendral (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI kunjungi rumah satu Keluarga yang terjangkit penyakit kusta dilingkungan Peranan RT 10/RW 03, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis, 6 Juni 2024.

Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, kunjungannya tersebut merupakan tindaklanjuti dari informasi yang telah didapatkannya beberapa hari yang lalu. Sehingga dirinya langsung membangun koordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta bantuan penanganan.

“Alhamdulilah kami bersama Ditjen Kemenkes ibu Regina bersama tim, pak Kadinkes Kesehatan Kota Serang dan perwakilan Dinkes Provinsi Banten, memberikan obat kepada keluarga yang terdampak penyakit kusta satu keluarga,” kata Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat, kepada wartawan, Kamis, 6 Juni 2024.

Menurut Yedi, meskipun penyakit kusta dapat menular tetapi hal itu tidak perlu di khawatirkan. Sebab, penyakit kusta ini inkubasinya hanya sampai dua tahun dan itu bisa diobati.

“Jadi kita gak usah takut, dan jangan terlalu berlebihan bahwa kusta penyakit menular ini bisa di obati dan ada obatnya. Jadi kita harus melakukan pencegahan secara bersama,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Yedi, dirinya meminta kepada Dinkes Kota Serang untuk terus mengawal dan mengontrol obat yang diberikan kepada keluarga penderita, termasuk Camat dan Lurah.

Baca Juga :  Gerakan Saka dan Pemuda Maritim Banten Beri Dukungan untuk PIK 2

“Jadi nanti pengobatan harus tetap berjalan, terutama obat jangan sampai kehabisan. Kalau mau habis nanti tinggal lapor Dinkes Kota, kalau habis Dinkes Kota tinggal lapor ke Dinkes Provinsi untuk sama-sama berusaha,” tegasnya.

Terakhir Yedi menyampaikan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat terutama perwakilan Dirjen Kesehatan RI yang sudah datang ke Kota Serang.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian dengan cepatnya pemerintah pusat membantu masyarakat Kota Serang,” ucapnya.

Sementar itu, perwakilan Ditjen P2P Kemenkes RI Regina mengatakan bahwa, ada dua jenis penyakit kusta pertama ada kusta basah yang bisa disembuhkan dalam waktu 12 bulan, kemudian kusta kering itu bisa di sembuhkan selama enam bulan.

“Jadi seperti apa yang disampaikan oleh pak Pj tadi bahwa kusta ini menular, tapi tidak mudah menular dan tidak perlu di takuti karena kusta itu bisa di cegah dan bisa di sembuhkan,” katanya.

Regina mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya penyakit kusta, seperti pengaruh lingkungan dan pola hidup sehat.

“Jadi memang biasa berasal dari faktor lingkungan yang tidak membaik, seperti air dan lain sebagainya, yang kemudian memudahkan menjadi kuman dan bakteri,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Serang Capai Indeks 3,74 dalam SPBE

“Makanya tadi kami bawa obat penderita kusta. Bahkan tadi kita juga memberikan scrining bagi masyarakat yang terjakit positif kusta untuk melakukan pencegahan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ahmad Hasanuddin mengatakan, Dinkes Kota Serang akan melakukan pengawalan dan pengontrolan terhadap obat yang diberikan, sehingga ketika obat itu habis pihaknya akan mengusahakan.

“Jadi saya harap terutama pihak keluarga untuk saling mengingatkan. Jangan sampai DO obatnya, karena ada yang 12 bulan ada juga yang enam bulan dan itu harus diminum setiap hari. Dan itu sudah ada pengarahan dari petunjuk obatnya, jadi harus di minum,” katanya.

“Kemudian seandainya obat itu mau habis, Dinkes Kota Serang meminta kepada pihak keluarga untuk melaporkan karena ada program TBC dan Kusta di Dinkes Kota Serang maupun Puskesmas,” sambungnya.

Oleh karena itu, kata Hasan, dirinya menghimbau kepada masyarakat Kota Serang terutama masyarakat Kecamatan Kasemen untuk berperilaku hidup sehat dan sama-sama menjaga lingkungannya.

“Artinya jangan saling membiarkan satu sama lain. Apalagi faktor lingkungan ini sangat mempengaruhi, maka kita harus jaga sama-sama agar terhindar dari segala penyakit yang ada,” tutupnya.(Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

PPDB Banten Dibuka 19 Juni 2024, Pemprov Siapkan Layanan Online Secara Maksimal

Daerah

Ubah Pola Lama, Pemkab Serang Mulai Sosialisasikan Manajemen Talenta kepada ASN

Daerah

Airin Ikut Penjaringan Bakal Calon Gubernur yang Dibuka PDIP Banten

Daerah

Pandeglang Tekan Anak Tidak Sekolah Lalui Sinergi OPD

Daerah

Ikuti Intruksi Pemerintah, SMP Negeri 1 Majasari Batalkan Perpisahan

Daerah

Al Muktabar Ikuti Istighosah dan Tasyakuran HUT TNI ke-78 bersama Ulama dan Masyarakat

Daerah

Percepatan Eliminasi Stunting, Pemkab Tangerang Perkuat Gerakan Sayang Ibu 2026

Daerah

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemprov Banten Lakukan Penguatan Reformasi Birokrasi