BagusNews.Co — Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta gelombang kedua tahun 2024 ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Dosen Pendamping KKN UGM Sudaryatmo mengatakan, kegiatan KKN di Kabupaten Serang merupakan kali kelima.
“Kegiatan KKN di Kabupaten Serang sudah lima kali sehingga ini sudah masuk tahapan memanen hasilnya. Jadi akan mencoba merangkum semua kegiatan yang sudah dilakukan kemudian akan ada finalisasi,” ujarnya dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Selasa, 2 Juli 2024.
Sudaryatmo menuturkan, nantinya akan ada kegiatan sambang tokoh pariwisata mulai dari masyarakat, sampai unsur lainnya dalam pentahelix akan dihadirkan. Di antaranya ada pemerintah, CSR, masyarakat, universitas dan media massa.
“Kelima itu harus terangkum dalam sambang tokoh bagaimana kelanjutan ini,” ucapnya.
Selain itu, kata Sudaryatmo, pihaknya juga ada program unggulan menginisiasi pembuatan homestay. Sebab, homestay di Tanara dibutuhkan karena berkaitan adanya haul Syekh Nawawi yang biasanya ramai pengunjung.
“Biasanya mereka puluhan ribu yang hadir kadang-kadang, membutuhkan penginapan jadi kita ada satu program menginisiasi mana saja rumah masyarakat yang bisa dijadikan homestay,” tuturnya.
Kemudian pihaknya juga akan mengadakan festival budaya dalam bentuk lomba koreografi lagu selamat datang Serang. Di mana nantinya akan dijadikan ikon Kabupaten Serang yang akan diikuti warga Kabupaten Serang dalam bentuk video klip dan 10 besarnya akan dilombakan 12 Agustus 2024.
“Ada juga lomba kaligrafi dan UMKM jajanan lokal bertempat di pendopo yang harapannya akan mendukung kegiatan di Tanara, tapi juga di Kabupaten Serang,” katanya.
Selanjutnya, kata Sudaryatmo, pihaknya juga ada program dari pemuda bersama PT Chandra Asri berupa penanaman mangrove. Kegiatan itu untuk melindungi sempadan pantai karena di Tengkurak ada abrasi.
“Nanti bisa difokuskan ke beberapa titik ada 100 hektare akan dilakukan 26 Juli bersamaan hari Mangrove Sedunia. Kabarnya yang dulu pernah dilakukan penanaman 2022 yang di Lontar sudah 2 meter tingginya tentu akan menghasilkan carbon stock yang bisa diperdagangkan,” ucapnya.
Ia juga berharap, kegiatan pendampingan masyarakat di Tanara bisa dirasakan masyarakat dan Pemda. Diharapkan, kegiatan KKN tersebut bisa jadi role model kegiatan pendampingan masyarakat di Kabupaten Serang.
Kedatangan mahasiswa UGM Yogyakarta yang melaksanakan KKN-PPM diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Nanang Supriatna di Pendopo Bupati Serang pada Senin, 1 Juli 2024.
“Ibu Bupati merasa sangat terbantu dengan KKN UGM yang sudah lima kali, untuk tahun sekarang saya dengan Pak Sudaryatmo ada 30 mahasiswa yang sudah kami terima tentunya ini ada tematik khusus untuk di Tanara,” ujar Nanang.
Turut hadir Asda III Ida Nuraida, Staf Ahli Bupati Rahmat Setiadi dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang.
Nanang mengatakan, tujuan kegiatan ini fokusnya masih sama untuk peningkatan wisata religi Syekh Nawawi Al-Bantani. Di mana dalam 40 hari ke depan mahasiswa UGM akan melakukan banyak program yang tentu membantu Pemda tentang pentingnya peningkatan kualitas hidup dan menghargai keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani.
“Dan diteruskan dengan baik dan nanti Insya Allah akan terbentuk pemahaman warga masyarakat yang baik untuk bisa terus menjaga nama besar Syekh Nawawi Al-Bantani,” ucapnya.
Nanang menyebutkan, di Kecamatan Tanara tidak hanya UGM, tetapi juga ada dari Sekolah Tinggal Ilmu Fiqih dan dengan beberapa universitas di Banten.
“Ini Insya Allah akan berikan dampak luar biasa kepada Pemda karena dibantu UGM, Insya Allah ke depan wisata religi Syekh Nawawi akan terwujud dengan baik,” katanya.
Berdasarkan hasil KKN yang dilakukan Mahasiswa UGM selama lima kali, menurut Nanang ada beberapa peningkatan. Di antaranya, perilaku dan terus disampaikan bahwa ketika ingin membangun yang terpenting kesiapan mental dan perilaku lebih dulu, bukan bentuk bangunan yang diutamakan seperti museum dan lainnya.
“Tapi kita bagaimana mengondisikan masyarakat ini supaya bisa lebih siap ketika ada kemajuan dan perkembangan serta program di pemerintah contohnya untuk majukan wisata religi Syekh Nawawi Al-Bantani. Teman teman UGM sudah banyak berikan ilmu sesuai ilmu fakultas masing-masing ada teknologi tepat guna, penanaman mangrove, pupuk,” pungkasnya. (Red/Dwi)







