Home / Daerah

Kamis, 4 Juli 2024 - 15:32 WIB

DP3AKKB Banten Ajak Semua Pihak Bersama-sama Tekan Angka Pernikahan Dini

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma'ani Nina | Dok. Istimewa

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma'ani Nina | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten berkomitmen dalam menekan angka pernikahan anak. Salah satunya melakukan sosialisasi dan diseminasi dengan berbagai pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, tokoh masyarakat dan stakeholder.

Berdasarkan data, angka pernikahan anak di Provinsi Banten mencapai 7,0 persen pada tahun 2022. Hal itu tentu akan berdampak negatif bagi anak di masa yang akan datang.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina mengatakan, sangat pentingnya memberikan edukasi terhadap anak dibawah umur tentang pernikahan.

Baca Juga :  Pemprov Banten Harap HIPMI Lahirkan Wirausaha Muda

“Tentunya ini menjadi tugas bersama dari berbagai aspek, seperti peran orang tua dan guru,” kata Nina, Rabu (3/7/2024).

Lebih lanjut, Nina menilai, pernikahan dini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti ingin meringankan beban orang tua, keterbatasan ekonomi, faktor pendidikan, dan rendahnya tingkat pendidikan orang tua, anak, dan masyarakat.

“Pernikahan dini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik remaja, serta pada perkembangan anak,” ucapnya.

Nina menyebutkan, dampak-dampak negatif tersebut antara lain, kesehatan mental, dengan kata lain pernikahan dini dapat menyebabkan emosi tidak stabil, kesulitan mengurus diri sendiri, dan tekanan sosial. Tekanan-tekanan ini dapat memicu stres, depresi, dan bahkan bunuh diri.

Baca Juga :  Triple Eliminasi, Jurus Dinkes Banten Jaga Keselamatan dan Kesehatan Ibu dan Bayi

“Kesehatan fisik, pernikahan dini dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual, KDRT, dan osteoporosis. Pada saat melahirkan, perempuan yang masih berusia remaja secara psikologis belum matang dan belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar,” jelasnya.

Nina menilai, melalui kegiatan diseminasi dan sosialisasi yang dilakukan, membiktikan bahwa pihaknya serius berupaya menekan angka pernikahan dini. (ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Adde Rosi Serahkan Bantuan Motor Perpustakaan Keliling untuk Kabupaten Pandeglang

Daerah

Polres Cilegon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Yang Akan Dibawa Ke Sumatera

Daerah

Pemkab Serang Siapkan Pencairan Gaji ke-13 dan THR

Daerah

Digitalisasi Keuangan Daerah: Bank Banten Dorong Implementasi SP2D Online di Kabupaten Lebak

Daerah

Jaga Kelestarian Lingkungan, Patra Anyer Hotel Beri Bantuan Magot untuk Bank Sampah PPLG

Daerah

Anak di Pulau Tunda Disengat Ikan Beracun, Tanpa Pertolongan Tenaga Medis 

Daerah

Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda, Ida Nuraida: Siap Wujudkan Program 100 Hari Kerja Bupati Serang

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ikut Panen Raya Padi