BagusNews.Co — Sebanyak 90 emak-emak di Kabupaten Serang mengikuti pelatihan tata boga yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPKD Kabupaten Serang Andi Suriati menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
“Jadi maksudnya bagaimana caranya memanfaatkan perpustakaan dari hasil membaca itu, bagaimana kita bisa mempraktikkan dan dari hasil praktik itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya sebagaimana rilis yang diterima BagusNews.CO pada Rabu, 6 November 2024.
Andi menambahkan bahwa Program TPBIS menjadi salah satu prioritas di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yakni perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau menyimpan buku.
“Tapi, bagaimana caranya perpustakaan itu bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya kita mengadakan pelatihan-pelatihan seperti tata boga,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, Andi berharap masyarakat dapat mengambil manfaat dari hal-hal kecil seperti praktik pembuatan yogurt, yang bisa dikembangkan menjadi produk lain seperti salad dan es jelly.
“Itu kan bisa menjadi salah satu penghasilan kalau ditekuni mereka, walaupun hal kecil, tapi kalau lama-lama itu dan benar-benar diniatkan, itu bisa bermanfaat buat mereka,” terangnya.
Pelatihan dilaksanakan di beberapa desa, dimulai di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang pada 22 Oktober, dilanjutkan di Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, dan Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas pada 29 Oktober 2024.
“Untuk pesertanya setiap desa 30 orang atau ibu-ibu, mereka dilatih membuat tata boga. Kalau tahun kemarin di Kecamatan Cikande itu pelatihannya pembuatan abon,” ucapnya.
Andi memastikan bahwa Program TPBIS akan diadakan setiap tahun dengan monitoring untuk melihat apakah peserta pelatihan melanjutkan untuk membuka usaha.
“Jadi, tujuan intinya untuk memberikan keahlian ibu-ibu dengan diberikan ilmu oleh narasumber yang kita undang,” pungkas Andi. (Red/Dwi)







