Home / Daerah

Selasa, 24 Desember 2024 - 16:57 WIB

Raih Penghargaan dari BKKBN Banten, Andra Soni : Tangani Stunting Harus Diiringi dengan Penyelesaian Kesehatan Ibu

BagusNews.Co – Andra Soni meraih Piagam Penghargaan atas kontribusinya sebagai mitra kerja yang telah membantu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dalam rangka penggarapan program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Provinsi Banten.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten A Damenta dalam acara Kemitraan Pentahelix dalam pelaksanaan Quick Win percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten dengan mengusung tema ‘Sinergi dan Energized Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2024’ yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa 24 Desember 2024.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Banten itu juga mengatakan, dalam penyelesaian permasalahan stunting harus diiringi dengan memperhatikan kesehatan seorang ibu.

“Stunting tidak lepas dari permasalahan kesehatan ibu dan juga kesehatan calon ibu. Jadi jangan fokus menangani permaslahan anak stunting, tapi juga harus mengatasi inti permasalahan stunitng yaitu kesehataan ibu,” ucap Andra Soni.

Baca Juga :  Jelang Fornas VII, IeSPa Banten Seleksi Atlet MLBB dan PUBG

Sementara, Pj Gubernur Banten A Damenta mengatakan kolaborasi menjadi kunci dalam upaya bersama dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten.

“Pemprov Banten menyambut baik kegiatan hari ini sebagai upaya bersama dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten,” ujarnya.

“Kegiatan ini juga memiliki peran penting dalam pembangunan kependudukan untuk mempersiapkan generasi penerus dalam berkelanjutan dan mewujudkan Indonesia Emas dari 2045,” sambungnya.

Selanjutnya, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Provinsi Banten dengan membantu kepada keluarga beresiko stunting.

“Melalui Gerakan Orang tua Cegah Stunting (GENTING) diharapkam dapat menumbuhkan kepedulian berbagai pihak dan semua elwmet masyarakat berperan dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Banten Optimalkan Upaya Mitigasi Bencana

Ditempat yang sama, Kepala Pereakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Efendi dalam laporannya menyampaikan pemerintah telah mencangkan Indonesia Emas 2045, akan tetapi angka stunting masih menjadi tantangan untuk mencapai hal tersebut.

“Yang menjadi tantangan sampai saat ini, angka stunting di Provinsi Banten ini masih dalam situasi yang mengkhawatirkan,” katanya.

Selanjutnya, ia menyampaikan angka stunting di Provinsi Banten mengalami kenaikan 4 persen dari tahun 2022 ke tahun 2023, dari 20 persen menjadi 24 persen.

“Artinya pada saat ini, satu dari empat anak-anak balita kita berada dalam kondisi stunting. Namun kita masih beruntung untuk keluarga-keluarga yang berisiko stunting ini telah terjadi penurunan,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bapenda Banten Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi Signal Dalam Pembayaran Pajak Kendaraan

Daerah

Siaga Kelistrikan, PLN Siap Sukseskan Rangkaian HUT ke-78 RI dengan Kualitas Listrik Terbaik

Daerah

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Siap Purnatugas

Daerah

Kemenkumham Dorong Kehadiran LBH di Setiap Desa di Kabupaten Pandeglang

Daerah

Dukung Penanganan Stunting, TP PKK Provinsi Banten Luncurkan E-Dasawisma

Daerah

Andra Soni Sambut Kedatangan Masyarakat Baduy di Gedung Negara Provinsi Banten

Daerah

Jadi Caleg, Dua ASN Pemkot Serang Mengundurkan Diri

Daerah

Gelar Diskusi Pilkada, PPK Ciruas: Penyelenggara Harus Paham Tahapan