Home / Daerah / Ekonomi

Senin, 6 Januari 2025 - 13:10 WIB

Masuk 10 Provinsi Tertinggi Inflasi Secara Nasional, A Damenta Akan Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah di Banten

BagusNews.Co – Provinsi Banten masuk dalam 10 provinsi tertinggi untuk tingkat inflasi secara nasional pada Desember 2024  year on year (y-on-y), Banten masuk pada urutan ke-9. Setelah Kepulauan Riau diurutan ke-7 dengan inflasi 2,09 persen, urutan ke-8 Kalimantan Selatan dengan inflasi 1,95 dan urutan ke-10 Papua Barat Daya dengan tingkat inflasi 1,87 persen.

Inflasi di Provinsi Banten pada Desember 2024 secara year on year (y-on-y) sebesar 1,88 persen, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Banten pada bulan Desember 2024 sebesar 0,50 persen. Sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,88 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten A Damenta mengatakan pihaknya berencana menggelar rapat koordinasi daerah (rakorda) bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menyusun langkah-langkah dalam upaya pengendalikan inflasi di Provinsi Banten.

Baca Juga :  Pemprov Banten Harap APIP Mampu Adaptif Terhadap Perkembangan

“Tadi kita telah mendengarkan arahan Mendagri terkait pengendalian inflasi, dan kita akan tindaklanjuti dengan rakorda bersama pemerintah kab/kota se provinsi Banten,” ungkap A Damenta usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin 6 Januari 2025.

Tangkapan Layar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah | Dok. Istimewa

Dikatakannya, rakorda tersebut bertujuan dalam melakukan pemetaan terkait kondisi inflasi dan permasalahan di masing-masing kabupaten/kota. Lantaran inflasi Provinsi Banten merupakan agregat dari infasi kabupaten/kota.

“Kita akan mengadakam rakor bersama BI dan yang lainnya, nanti kita lakukan langkah-langkah konkrit untuk menekan inflasi,” katanya.

Selanjutnya, A Damenta juga menyampaikan pihaknya akan mengoptimalkan dalam pemanfaatan lahan-lahan untuk dapat ditanami sejumlah komoditi pangan.

Baca Juga :  Sambut Isra Mi'raj 2024, Virgojanti: Pemprov Banten Kendalikan Harga Sembako

“Kita memiliki lahan yang luas dan potensi untuk tanaman subur, ini yang akan kita gerakan ke teman-teman kabupaten/kota,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten M. Lukman Hakim mengatakan komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y secara umum antara lain Emas Perhiasan sebesar 0,27 persen, Kopi Bubuk sebesar 0,22 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,16 persen.

“Penyumbang terbesarnya lebih kepada emas, karena itu naiknya signifikan. Secara umum untuk bahan pokok relatif terkendali,” ujarnya.

“Penyumbang tersebesar lebih kepada komoditas yang harganya diluar kendali TPID seperti emas dan rokok. Itu penyumbang inflasi di Provinsi Banten dan seluruh Indonesia,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tragedi Bullying: Siswa SD di Serang Harus Jalani Operasi Usus Buntu

Daerah

Andra Soni Instruksikan Kader Gerindra se-Banten Bantu Warga Terdampak Longsor dan Banjir

Daerah

Satu Petugas KPPS di Kota Serang Meninggal, 13 Orang di Rawat

Daerah

Prabowo Menang Tipis di TPS Bupati Serang Mencoblos

Daerah

Disparpora Kota Serang Tertibkan PKL Depan Stadion Maulana Yusuf Ciceri

Daerah

DPUPR Banten Ajak Masyarakat Tumbuhkan Kesadaran Kelola Air

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Kumpulkan Kepala OPD Bahas Rencana Kerja Tahun 2023

Daerah

Terpilih Secara Aklamasi, Andi Suhud Pimpin Forum CSR Kota Serang