Home / Daerah

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:09 WIB

Dana Desa Raib, Warga Petir Tuntut Keadilan

Dana Desa Desa, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, diduga raib digondol bendahara sehingga menyebabkan sejumlah proyek pembangunan terhenti L Dok. Dwi MY-BNC

Dana Desa Desa, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, diduga raib digondol bendahara sehingga menyebabkan sejumlah proyek pembangunan terhenti L Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menghadapi masalah serius terkait dana desa tahun anggaran 2025.

Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan kemasyarakatan justru hilang diduga dibawa kabur oleh bendahara desa berinisial YL.

Hingga saat ini, keberadaan YL tidak diketahui dan pencarian bendahara desa tersebut oleh warga serta aparat sedang berlangsung.

Kejadian itu menyebabkan sejumlah program pembangunan desa terhenti, termasuk proyek pembangunan dua ruas jalan poros desa yang seharusnya selesai tahun ini tetapi kini mangkrak dan terbengkalai.

Warga Desa Petir, Anwar, menyatakan kekecewaannya karena selama bertahun-tahun mereka belum merasakan jalan yang layak.

Ia dan warga lainnya sempat merasa bahagia mendengar akan ada pembangunan, namun harapan tersebut pupus ketika dana desa sebesar miliaran rupiah raib tanpa jejak yang jelas.

“Kepala desa tidak bisa berbuat apa-apa, uangnya dibawa kabur. Kami sempat dengar dia lari ke Palembang, sementara istrinya masih ada di sini,” ujar Anwar kepada wartawan, Jumat, 2 Oktober 2025.

Baca Juga :  Hari Ini Relawan Beta Gibran Banten Deklarasi di Kabupaten Tangerang

Ia bahkan sempat berencana menggelar aksi protes, namun akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Sementara itu, Aosin, Ketua RT 12 RW 3 Kampung Garendong, juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa jalan yang akan dibangun merupakan akses vital bagi warga, termasuk anak sekolah, pengajian, dan petani menuju sawah.

“Harapannya segera dibangun, tapi dananya hilang,” katanya.

Aosin menambahkan bahwa masyarakat kecewa karena selama ini mereka belum menikmati jalan yang layak, dan dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan tersebut hilang secara misterius.

Kasus tersebut pertama kali terungkap pada 22 Agustus 2025, saat desa lain sudah menerima pencairan dana desa, sementara Desa Petir belum. Setelah dilakukan pengecekan, saldo kas desa ternyata kosong.

Elsa Saparudin, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Petir, membenarkan adanya dugaan penyelewengan dana desa. Ia menyebutkan bahwa kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar yang direncanakan untuk pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Persisnya saya tidak tahu, tapi lebih dari Rp1 miliar. Itu murni dana desa semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Dampak Banjir dan Longsor Meluas, BPBD Kabupaten Serang Optimalkan Logistik Darurat

Elsa menjelaskan bahwa akibat dana yang hilang, sejumlah program desa mandek. Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya terealisasi selama enam bulan, sedangkan sisanya tidak bisa dicairkan.

Selain itu, anggaran untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekitar Rp59 juta juga hilang. Ia memperkirakan bahwa pembangunan tahun ini kemungkinan tidak bisa dilaksanakan dan baru bisa dilaksanakan tahun depan.

Elsa menambahkan, bahwa kasus tersebut pertama kali terungkap setelah dilakukan pengecekan rekening pada 22 Agustus 2025. Saat itu, desa lain sudah menerima pencairan dana, sementara Desa Petir saldo kasnya kosong.

Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kegiatan sosial mengalir ke rekening YL, bahkan ada uang yang ditransfer ke rekening orang yang sudah meninggal sebanyak sekitar Rp300 juta dari dana desa. Elsa berharap agar kasus ini segera dituntaskan dan pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku.

“Tangkap saja pelakunya, hukum sesuai kesalahannya. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban,” tegasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Meriahkan Peringatan HUT RI Ke-80, Polres Pandeglang Gelar Berbagai Perlombaan

Daerah

Lepas Jalan Santai, Pj Gubernur Banten Tekankan Hidup Sehat dan Bahagia

Daerah

Siswa Bisa Daftar 2 Sekolah Untuk Jalur Zonasi Pada PPDB SMAN di Banten

Daerah

Dampak Efesiensi Anggaran, Gaji 13 dan 14 Harapan Honorer Pemkot Serang Semakin Jauh

Daerah

Hadiri Dharma Santi Banten 2025, Andra Soni Ajak Semua Pihak Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

Daerah

Tiga Kecamatan di Kota Cilegon Raih Penghargaan Layak Anak

Daerah

Pegawainya Jadi korban Pelecehan, Wahyu Nurjamil Minta Oknum Lurah di Kecamatan Serang di Proses Secara Hukum

Daerah

Pemkot Serang Terus Matangkan Persiapan Pembangunan PSEL di TPSA Cilowong