BagusNews.Co – Bencana banjir di wilayah Kota Serang menyasar ke beberapa fasilitas pendidikan seperti yang terjadi di SD Negeri Pamarican 1 dan SD Negeri Pamarican 2, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen.
Ketinggian air di kawasan sekolah tersebut mencapai 60 hingga 70 sentimeter, sehingga seluruh area sekolah baik ruang kelas maupun halaman sekolah terendam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di dua sekolah dasar tersebut.
Dalam peninjauannya, ia menyebutkan genangan air di SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 cukup tinggi.
“Ini di pemeriksaan pertama, posisinya banjir hampir 60 sampai 70 sentimeter,” ujar Nuri, Minggu, 4 Januari 2026.
Menurutnya, dampak banjir yang dialami dua sekolah tersebut cukup menyeluruh memasuki setiap ruang kelas.
“Semua ruang kelas kena banjir, baik di SD Pamarican 1 maupun Pamarican 2,” ungkapnya.
Nuri menilai banjir di kawasan ini sulit surut lantaran aliran air berasal dari belakang sekolah.
Upaya penyedotan dirasa tidak akan efektif selama aliran air dari belakang sekolah masih terus masuk ke lingkungan sekolah. Bahkan, posisi geografis kedua sekolah ini berada di titik yang cukup berat dan rawan banjir.
“Posisinya memang berat,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Nuri mengusulkan agar kondisi SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 segera dikaji untuk penanganan jangka panjang, baik berupa peninggian atau penataan ulang konstruksi.
Pemerintah Kota Serang telah menyiapkan langkah kebijakan untuk pembangunan di dua sekolah tersebut melalui lelang dini.
”Kebijakan lelang dini ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah, agar lebih aman dari banjir di masa mendatang,” ujar Nuri.
Pemkot Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi kedua sekolah tersebut, serta memastikan proses pendidikan dapat kembali berjalan normal setelah penanganan dilakukan. (Red/Roy)







