Home / Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:42 WIB

Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Kota Cilegon Sidak Lokasi Tambang

BagusNews.Co – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Banjir Kota Cilegon, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pertambangan di wilayah perbatasan sejak 20 Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons tegas pemerintah daerah untuk menekan potensi bencana banjir dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas pertambangan.

Sidak dipimpin langsung oleh Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, didampingi jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Cilegon, Dandim, Kajari dan Danlanal.

Titik pertama yang dikunjungi adalah wilayah Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon. Dalam tinjauan tersebut, ditemukan aktivitas tambang yang masuk dalam wilayah Kota Cilegon sebenarnya telah berhenti. Namun, aktivitas pengerukan masih berlangsung masif di lahan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang.

“Setelah kami cek, ternyata aktivitas di lokasi Kota Cilegon sudah tidak ada. Namun, lokasi ini berbatasan dengan Kabupaten Serang yang masih aktif melakukan aktivitasnya,” kata Aziz kepada wartawan.

Baca Juga :  Pemprov Banten Koordinasikan Penanganan Jembatan Terputus Akibat Bencana Banjir Kabupaten Lebak

Meski lokasi tambang berada di wilayah Kabupaten Serang, dampaknya dirasakan langsung oleh infrastruktur Kota Cilegon. Truk-truk pengangkut pasir bermuatan lebih (over tonase) diketahui masih menggunakan jalan-jalan protokol di Cilegon, yang memicu kerusakan jalan.

Aziz menegaskan meminta pengelola tambang dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengawasi agar kendaraan tambang dari Kabupaten Serang tidak melewati jalan Kota Cilegon.

Penimbunan pasir (stockpile) yang saat ini berada di JLS akan dihentikan dan digeser ke area dekat pintu tol Cilegon Timur. Dishub dan Satpol PP akan melakukan pengecekan rutin mulai hari ini hingga waktu yang tidak ditentukan.

Berdasarkan data dari Satgas, terdapat 32 titik tambang di wilayah Cilegon. Namun, hasil pemetaan menunjukkan ada 8 titik utama yang dinilai menjadi pemicu banjir di empat kecamatan, yakni Cibeber, Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan.

Baca Juga :  Bangun Kantor Pusat Bank Banten di Kota Serang, Pemprov Gelontorkan Dana Rp22,6 Miliar

“Sesuai surat Pak Wali Kota, untuk penambangan di Cilegon diminta menghentikan aktivitasnya sementara sampai waktu yang tidak ditentukan. Terutama yang berdampak banjir atau tidak memiliki izin, itu sudah ditutup,” tegas Aziz.

Terkait kerugian fisik akibat rusaknya infrastruktur, Aziz berharap adanya komunikasi antar Forkopimda Cilegon dan Kabupaten Serang. Ia mengimbau agar para penambang di wilayah Kabupaten Serang menggunakan akses jalan di wilayahnya sendiri agar tidak merusak jalan yang sudah dibangun Pemkot Cilegon.

“Kami tidak meminta anggaran ke sana (Kabupaten Serang), intinya tanggung jawab masing-masing saja. Jika ada kerusakan lingkungan di Cilegon akibat aktivitas tersebut, kami mohon dikembalikan, misalnya melakukan penghijauan kembali di bekas galian,” bebernya. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Serang Alokasikan Dana Insentif Guru Madrasah di APBD 2026

Daerah

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Gencarkan Electrifying Lifestyle dan Sinergi dengan Stakeholder Kota Cilegon

Daerah

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Serang Periode 2025-2030, Pemkab Gelar Arak-arakan dan Pentas Seni
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama pimpinan PLN UID Banten meresmikan SPKLU Cikupa, Senin (27/2/2023).

Daerah

Pengguna Kendaraan Listrik Bisa Ngecas di SPKLU Cikupa, Cek Lokasinya melalui Aplikasi PLN Mobile

Daerah

Kepemimpinan Baru di Kejari Serang, Zakiyah: Pentingnya Kerja Sama dalam Pemberantasan Korupsi

Daerah

Wujudkan Pelayanan Prima, Sekda Deden Apriandhi Minta Pegawai RSUD Banten Bangun Jiwa Kepemimpinan dan Kebersamaan

Daerah

Waspada Kecelakaan, Jasa Raharja Edukasi Keselamatan di Pandeglang

Daerah

Dinsos Banten Perketat Proses Pengangkatan Anak