Home / Daerah

Senin, 2 Februari 2026 - 20:42 WIB

Dampak Banjir dan Longsor Meluas, BPBD Kabupaten Serang Optimalkan Logistik Darurat

Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat bersama stakeholders saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat bersama stakeholders saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melakukan asesmen di titik-titik bencana banjir dan longsor dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan bahwa pihaknya sebagai koordinator utama dalam penanganan bencana ini segera mengerahkan tim saat bencana terjadi.

“Ketika terjadi bencana, awal yang dilakukan adalah melakukan asesmen di lapangan. Kami terjunkan personel ke titik-titik bencana di Kabupaten Serang,” ungkap Ajat kepada wartawan di posko penanganan banjir di Carenang, Senin, 2 Februari 2026.

Lebih lanjut, Ajat menambahkan bahwa dari hasil asesmen tersebut akan terlihat kondisi sebenarnya, termasuk ketersediaan logistik, sarana dan prasarana, serta jenis dan tingkat keparahan bencana.

“Dari asesmen tersebut, kami bisa melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan utama, seperti kekurangan logistik dan sarpras, serta tingkat kerusakan yang terjadi, apakah berat, sedang, atau ringan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Tangerang Siapkan Strategi Penanggulangan

Setelah mendapatkan gambaran lengkap, BPBD langsung memberikan pertolongan pertama, termasuk pengiriman logistik dan perlengkapan yang diperlukan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan.

Selain itu, Ajat menjelaskan bahwa koordinasi lintas OPD sangat penting dalam penanganan bencana ini.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait kerusakan tanggul dan infrastruktur TPT, serta berkoordinasi dengan Dinas Perkim dalam menilai kerusakan rumah warga. Sinergi antar instansi ini bertujuan memastikan penanganan yang cepat dan tepat sasaran.

Status darurat bencana di Kabupaten Serang saat ini telah memasuki tahap tanggap darurat, yang dimulai sejak 19 Januari dan akan berakhir pada 1 Februari 2026.

Namun, mengingat eskalasi bencana yang meluas, pihak BPBD memperkirakan bahwa penanganan akan diperpanjang selama 14 hari ke depan. Data terbaru menunjukkan bahwa dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang, 28 di antaranya terdampak banjir dan longsor, dengan 91 desa yang mengalami dampak tersebut.

Baca Juga :  Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto Berikan Sertifikat Tanah Redistribusi Kepada Petani di Kabupaten Lebak

“Untuk saat ini, penanganan difokuskan di tiga kecamatan, yaitu Carenang, Binuang, dan Tanara, karena semuanya berpotensi mengalami banjir,” kata Ajat.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan perpanjangan masa tanggap darurat, mengingat cuaca ekstrem yang masih diprediksi berlangsung hingga pertengahan Februari, berdasarkan informasi dari BMKG.

Ajat menambahkan bahwa faktor cuaca dan kondisi laut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini.

“Kita berharap curah hujan tidak tinggi lagi dan air laut tidak menyebabkan banjir rob. Tetapi, jika hal tersebut terjadi, kita sudah siap menghadapinya,” tegasnya.

Pihaknya pun optimistis mampu mengatasi situasi apapun yang terjadi, dengan kesiapan yang sudah matang. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Posyandu Berkualitas Jadi Prioritas untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tangerang

Daerah

Pencalegan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Disorot, Kumala Serang : Contoh Buruk Demokrasi

Daerah

Cek Ketersedian Stok Beras, Gubernur Andra Soni Dorong Bulog Serap Hasil Panen Masyarakat

Daerah

Pemkab Serang Targetkan Imunisasi Polio Capai 95 Persen

Daerah

Rano Alfath Harap Pemprov Banten Siapkan Antisipasi Dampak Dari Prediksi Cuaca Buruk

Daerah

Resmikan Teriminal Pakupatan Kota Serang, Presiden Jokowi: Kita Ingin Terminal Menjadi Tempat yang Nyaman

Daerah

Kolaborasi Pemkot Serang-Pertamina, Seribu Paket Sembako Murah untuk Warga Pra Sejahtera

Daerah

UKM Formasi UIN Banten Gelar Do’a Bersama Untuk Korban Insiden Kanjuruhan