Home / Daerah

Selasa, 17 Desember 2024 - 07:12 WIB

Banjir Rob di Pontang, Warga Menanti Perhatian Pemerintah

Warga Kampung Cerocoh, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, saat permukimannya diterjang banjir rob, Senin, 16 Desember 2024 I Dok. Dwi MY-BNC

Warga Kampung Cerocoh, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, saat permukimannya diterjang banjir rob, Senin, 16 Desember 2024 I Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Banjir rob yang menerjang Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang terjadi di beberapa titik di dua desa.

Dampak yang cukup signifikan dirasakan penduduk di Kampung Cerocoh, Desa Domas, dan Kampung Muara Tengah, Desa Susukan, Kecamatan Pontang.

Rogaya, seorang warga dari Kampung Cerocoh, menjelaskan kondisi terkini setelah banjir rob terjadi.

“Surut sini nih, kaki. Iya, surut mendingan tuh. Masuk-masuk ke dalam rumah. Akibat banjir rob dari laut, banyu (airnya) masuk,” ujarnya kepada BagusNews.Co, Senin, 16 Desember 2024.

Meskipun air mulai surut, kata Rogaya, dampak yang ditimbulkan tetap dirasakan, terutama dalam aktivitas sehari-hari dan usaha yang terganggu.

“Jualan susah ini, enggak jualan nih. Ini gorengnya, kompornya bahasa tuh yang jualan nih. Saya yang ngider (jualan berkeliling),” tambahnya.

Baca Juga :  Belum Memenuhi Syarat, Lima Dapur MBG di Kota Serang Distop

Ketika ditanya mengenai perhatian pemerintah terhadap situasi ini, Rogaya mengaku belum mengetahui.

“Belum ada yang nongol-nongol (belum ada yang datang ke lokasi banjir) sampai sekarang,” imbuhnya.

Kondisi tersebut membuat banyak warga merasa waswas. Terutama, setelah merasakan dampak dari air asin yang membuat kulit warga korban banjir rob menjadi gatal-gatal.

Banjir rob ini juga berimbas pada usaha lainnya, khususnya yang berkaitan dengan empang.

“Oh, yang terganggu, yang di empang, yang usaha ya terganggulah. Yang di empang semua laut, semua itu. Ikannya pada metu (kabur ke laut) semua, pada keluar ikannya. Pada keluar,” ungkap Rogaya.

Hal ini menunjukkan bahwa ikan-ikan yang seharusnya ditangkap kini sudah kabur ke laut, menyebabkan kerugian bagi para pengusaha tambak di sekitarnya.

Baca Juga :  Hampir Rampung, Rumah Fiah di Kecamatan Kasemen Kini Cukup Layak

Meskipun Rogaya tidak memiliki usaha empang, ia mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera memberikan bantuan.

“Penginnya, ya pemerintah itu ada bantuan, ngebangun apa, apa gitu, biar jangan kebanjiran. Biar usahannya lancar, gitu. Tenteram sejahtera wis segale-gale (sudah semuanya),” harapnya.

Di lokasi terpisah, warga lainnya Mawardi menambahkan, warga berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah agar masalah banjir rob dapat diatasi secara efektif.

“Dengan harapan ada bantuan dan solusi permanen, warga di Kecamatan Pontang menantikan langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang terjadi setiap kali banjir rob melanda,” pungkas Mawardi. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Resmi Dilantik, PC PMII Pandeglang Diminta Jadi Agen Perubahan dan Filtrasi Hoaks

Daerah

Dirut PLN Sampaikan Perkembangan Hydropower di Indonesia Kepada Presiden Jokowi

Daerah

Yedi Rahmat Lantik 329 PPPK Formasi Tahun 2023

Daerah

Dionaldo Agoes Terpilih sebagai Ketua POSSI Cilegon 2025-2029

Daerah

Tanpa Syarat, Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Kabupaten Serang

Daerah

Didukung Penuh Stakeholders, Permodalan, Tata Kelola Hingga Layanan Bank Banten Tetap Terjaga

Daerah

Kapal Kandas Hingga Fasilitas Pelabuhan Merak Rusak

Daerah

Pemkab Bogor Hentikan Pengelolaan Sampah dari Tangsel, Ini Alasannya