Home / Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:49 WIB

Pemkot Tangerang Klaim Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,20 Persen Berkat Program Pemberdayaan

Deretan kios di gedung Pasar Anyar Kota Tangerang. Pemerintah Tangerang mencatat peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam satu tahun, yang dinilai berkat program pemberdayaan masyarakat dan pangan l Dok. Munjul-BNC

Deretan kios di gedung Pasar Anyar Kota Tangerang. Pemerintah Tangerang mencatat peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam satu tahun, yang dinilai berkat program pemberdayaan masyarakat dan pangan l Dok. Munjul-BNC

BagusNews.Co – Kota Tangerang mencatat peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,16 persen selama satu tahun terakhir, dari 5,04 persen di 2024 menjadi 5,20 persen di 2025. Data ini dikonfirmasi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tangerang Ruta Ireng Wicaksono.

Ruta menyebutkan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai program strategis yang diinisiasi pemerintah daerah, termasuk upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.

“Selain pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan, tingkat kemiskinan di Kota Tangerang juga mengalami penurunan dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen,” ujar Ruta pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa salah satu faktor utama dari pencapaian ini adalah program Gerakan Gampang Sembako, yang menjangkau 13 kecamatan dan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Pemprov Banten Komitmen Tindaklanjut Hasil Temuan BPK

Program ini diyakini mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat kestabilan ekonomi keluarga di tengah tantangan ekonomi nasional dan global.

Tidak hanya di bidang ekonomi makro, inovasi di sektor pertanian perkotaan pun terus digencarkan. Ruta menyebutkan, Kota Tangerang aktif mengembangkan urban farming, melibatkan 76 kelompok wanita tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan.

Upaya itu diklaim memproduksi 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, serta membudidayakan 352.717 ekor ikan nila dan lele. Selain itu, kegiatan ini diklaim menghasilkan 11.147 polybag tanaman obat keluarga dan 45 ekor hewan ternak berupa kambing dan domba.

Ia juga mengklaim, program pemberdayaan ini juga memperlihatkan hasil nyata dalam pengelolaan lahan, dengan terbentuknya 11 poktan (7 poktan tani dan 4 poktan hortikultura) yang mengelola 98 hektare lahan sawah padi di wilayah kota.

Baca Juga :  DPRD dan Direksi KEK Tanjung Lesung Bahas Investasi di Pandeglang

Hasil panen dari sektor pertanian selama 2025 pun menunjukkan capaian yang signifikan, yakni produksi 846 ton beras, 4,7 ton cabai besar, dan 4,9 ton bawang merah.

“Kami ingin memastikan setiap warga Kota Tangerang dapat mengakses pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ruta.

Ia menambahkan, ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui inovasi dan program berkelanjutan yang berpedoman pada prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial. (Red/Munjul)

Share :

Baca Juga

Daerah

Belum Ditemukan, Ini Harapan Orang tua dari Anak yang Tenggelam di Sungai Ciujung

Daerah

Yedi Rahmat Kukuhkan 43 Orang Menjadi Bapak Dan Ibu Asuh Anak Stunting di Kota Serang

Daerah

MTQ XX Provinsi Banten 2023, Kabupaten Tangerang Raih Juara Umum

Daerah

Hari Bhayangkara, Polda Banten Bedah Rumah Anggota Polisi Tak Layak Huni

Daerah

Bawaslu Kabupaten Serang Temukan 53 Pelanggaran Prosedur Coklit

Daerah

Pemkot Serang Bersama DP3AKB Provinsi Banten Jalin Kerja Sama Stop Perkawinan Anak Usia Dini

Daerah

KPU Kabupaten Serang Buka Posko Layanan Pindah Memilih

Daerah

Komisi I Dukung Percepatan Pembangunan Pabrik Mayora di Pandeglang