Home / Daerah

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:54 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Andra Soni–Dimyati, Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi

BagusNews.Co – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kelurga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk refleksi terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten yang dinilai masih memerlukan evaluasi di sejumlah sektor strategis.

Presiden Mahasiswa Untirta Muhammad Ridam Nur Aryadi menyampaikan, Pembangunan di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, selama ini kerap diposisikan sebagai instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Namun dalam praktiknya, kata Risam, sejumlah proyek strategis justru memunculkan persoalan serius berupa perampasan ruang hidup masyarakat, kerusakan ekosistem, serta penyempitan ruang demokrasi.

Baca Juga :  Sabrini Buruh Harian yang Kini Lega Putranya Bersekolah Berkat Program Sekolah Gratis

“Dalam Satu tahun kepemimpinan Andra soni dan Dimiyati sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten banyak catatan yang harus jadi sorotan seperti Isue PSN, pelaksanaan program SPPG di Banten yang kurang transparan, dan Kebebasan demokrasi dan pres yang masih menjadi hal yang jadi sorotan,” ungkap Ridam.

Sementara Wakil Presiden Mahsiswa Untirta Muhammad Oriza Sativa menyampaikan Dalam konteks ekologi dan agraria, berbagai megaproyek pembangunan, termasuk reklamasi wilayah pesisir, telah berdampak pada hilangnya ruang tangkap nelayan, pengurangan akses masyarakat terhadap tanah, serta menurunnya daya dukung lingkungan.

Menurunya, kondisi ini memperlihatkan pentingnya pelaksanaan reforma agraria yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu mengoreksi ketimpangan struktural secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Andra Soni: Relawan Kemanusiaan Berkontribusi Sejahterakan Masyarakat

“Di sektor pendidikan, disparitas akses dan kesejahteraan tenaga pendidik masih menjadi tantangan serius. Meskipun program pendidikan gratis terus digulirkan, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan kualitas pendidikan serta perlindungan terhadap tenaga pendidik, khususnya guru honorer,” ujar Oriza

Selanjutnya Oriza menuturkan pada sektor kebebasan pers dan jaminan hak sipil sebagai prasyarat utama demokrasi juga dinilai menghadapi tekanan. Ruang demokrasi yang aman semakin terbatas, sehingga berpotensi menghambat partisipasi publik dalam proses pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Aksi demonstrasi yang Kami sampaikan bukan hanya refleksi tapi tuntutannya nyata dalam fenomena pembangunan Provinsi Banten yang harus jadi catatan penting dalam kepemimpinan Andra dan dimiyati ke depan,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Tangerang dan Danrem 052/Wijayakrama Buka Perkemahan KKRI Gelombang IV 2026

Daerah

Sistem Pemilu Sudah Final, Pimpinan DPRD Kota Serang Sambut Putusan MK

Daerah

Jadi Juara Grup C Popnas 2025, Tim Sepak Bola Banten Sapu Bersih Kemenangan

Daerah

Empat Mantan Napi Jadi Bacaleg DPRD Kota Serang, KPU: Dua Kasus Korupsi

Daerah

Penanganan Darurat Cesium 137 di Cikande, Kementerian Beri Tugas ke Pemkab Serang

Daerah

Solusi Pengelolaan Sampah Modern, Walikota Tangsel Singgung Penutupan TPA Cipeucang

Daerah

Tinjau KMP Royce 1, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Persiapkan Evakuasi

Daerah

Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Ciceri, Al Muktabar : Jadikan Sebagai Pedoman Untuk Melanjutkan Dedikasi Para Pahlawan